Minggu, 29 September 2013

Closing Ceremony IUHPE Conference and Mini Siam

Kamis, hari terakhir konferensi. Kali ini kami berangkat lebih pagi dari biasanya karena acara kali ini hanya sampai setelah dzuhur. Penutupan acara dimulai sekitar pukul 11.00 siang, disana di umumkan siapa saja yang mendapatkan award dll. Bu Tia, dalam sesi reporter satu-satunya dari Indonesia yang mendapat acknowledgment, walaupun ga dikasih sertifikat atau apa tapi itu cukup membanggakanlah ya sebagai mahasiswa beliau saya bangga dan iri... :D
Setelah pembagian semua award dan seluruh kata sambutan, ada pengajuan proposal untuk konferensi ke 22 IUHPE tahun 2016 nanti. Dua negara yang mengajukan yaitu, Afrika Selatan dan Brazil. Entah dimana nanti, tapi saya berharap di Brazil dan berharap bisa ikut lagi. Aaamiiin :)

Waktu dzuhur telah tiba, tiba pulalah masanya perut kami memberontak meminta makanan, ternyata hari terakhir ini ga dikasih makan. Terpaksalah kami harus cari makan diluar. Di hari terakhir konferensi ini, jadi hari terakhir juga bagi kami ketemu teman-teman mahasiswa Indonesia. Bu Tia udah pulang duluan ke Jakarta. Faiz, Fariz, Shely, Mba ike, Tika, Tina setelah acara langsung berangkat ke Bangkok.

Kami berlima masih bertahan di Pattaya sampai besoknya (30 agustus) karena kami sewa penginapan memang sampai tanggal tersebut. Setelah teman-teman pada pergi, kami bingung mau kemana. Banyak sih tempat wisata yang ada di Pattaya, tapi bayar masuknya itu mahal dan biaya songtaew kesana juga mahal. Awalnya pengen ke Nong Noch Garden yang lumayan jauh dari PEACH tapi karena tiket masuknya seharga 500 baht kami mengurungkan niat. Kami akhirnya ke mini siam yang harga tiketnya 300 baht untuk orang asing dan 200 baht untuk orang Thai.

Ternyata lumayan jauh dari PEACH, kami naik songtaew dengan tarif 300 baht berlima. sekitar hampir 30 menit kami sampai di Mini Siam, namun sebelum masuk kami makan dulu di McD didepannya karena emang udah lafaaarrr..... 

Gb1. Walau lapar harus tetap senyum :)

Semangat dan tenaga telah terkumpul setelah isi perut, sekarang waktunya melelahkan diri dengan muter-muter mini siam. Kayak apa sih isinya. Didekat pintu masuk disediakan payung gratis bagi para pengunjung karena memang panas sekali.
Mini Siam adalah kumpulan miniatur-miniatur bangunan di Thailand, Siam itu artinya Thailand. Tapi sebelum melihat miniatur-miniatur bangunan Thailand disana juga ada miniatur bangunan-bangunan Eropa, Mesir, Amerika, Singapore, dll.
Gb2. Paris itu dekat :D

Kalau di Indonesia, mungkin mini siam ini kayak Taman Mini Indonesia Indah. Tapi kalau di mini siam semuanya benar-benar mini ga kayak di TMII yang bangunannya besar seperti aslinya. Jadi ke mini siam cuma bisa foto-foto, keliling mini siam yang luasnya jauh banget dari TMII, mini siam ini kecil sekali.
Karena kami kesana siang hari jadi orang yang berkunjung masih sedikit, namun semakin sore semakin ramai ada juga orang Indonesia yang ikut konferensi kesana. Kalau kita pintar ambil sudut pandang buat foto bisa jadi fotonya keliatan asli kalau kita pernah kesana (eropa, dll).
Setelah puas keliling dan foto-foto, kami istirahat di sebuah candi gitu, ngobrol ngalor ngidul sampai malam. Diliatin orang-orang yang lewat, tapi masa bodo aja lah. :D
Gb3. Randika, ALul, Dira, Asri

Ketika hari mulai gelap dan lampu-lampu di miniatur-miniatur dihidupkan semakin indah saja rasanya. Namun karena udah malam kami mulai jalan keluar untuk pulang dan juga masih foto-foto. Dalam hitungan beberapa jam kami sudah mengelilingi Thailand, beberapa negara eropa, afrika, asia, amerika, dll. Dunia itu sempit ternyata. hahaa :D
Gb4. Mesir
Itu foto yang paling saya suka, karena foto berlima juga karena latarnya. Mesir salah satu negara yang ingin sekali saya kunjungi. Semoga lain kali ada rejeki buat kesana. Aamiin :)
Setelah puas foto-foto kami akhirnya pulang, tapi sebelumnya mampir dulu ke Sevel, biasa buat beli mie instan dan makanan lainnya. Dan seperti biasa juga kami merepotkan karyawan sevel tersebut karena merak ga ada satupun yang ngerti bahasa inggris.
Kami nunggu songtaew sambil jalan kaki aja dan didepan kami ada songtaew yang ngetem, setelah negosiasi akhirnya kami sepakat naik itu dengan tarif 200 baht. Tapi baru akan naik, tiba-tiba ada songtaew dari belakang yang nyerobot dan marah-marah ke sopir songtaew yang akan kami naiki. walau ga ngerti apa yang di omongin yang jelas, kami ga boleh naik songtaew yg kami tawar tadi. Kami harus naik songtaew yg baru tadi. Kami merasa ga enak ama sopir pertama, tapi mau gimana lagi kami ga paham dan manut-manut aja.

Kami berfikir, mungkin songtaew yg kami tawar tadi bukan berada di wilayahnya trus ada yang punya wilayah dateng dan dengan sok banget ambil penumpang yang dia merasa punya hak. ternyata Jakarta, Pattaya sama saja. Keras..!!!

Sabtu, 28 September 2013

Jalan-jalan sekitar Pattaya : Royal Garden Plaza, Pattaya Beach and Walking Street

Beranjak ke hari berikutnya, yang lagi-lagi kami telat dan kali ini ga dapet coffee break :( tapi untung masih dapat makan siang :D dan kegiatan kami masih sama seperti kemarin. Setelah acara selesai kira-kira pukul 4 sore kami pergi ke Pattaya beach bersama-bersama termasuk bu Tia. Kami naik songtaew, agak susah sekali untuk menawar songtaew murah di Pattaya semuanya mahal. Kami kesana gabung dengan orang Jepang dengan tujuan yang sama.
Karena masih terang dan matahari masih belum turun ke peraduannya kami main-main dulu di Royal Garden Plaza, sekalian Bu Tia mau beli oleh-oleh buat anaknya karena ga ke Bangkok. Jadilah kami ubek-ubek tuh plaza dan tak lupa foto-foto. Banyak wahana permainan disana atau sekedar tempat foto-foto.
Gb1. Di Royal Garden Plaza

Ada yang lucu ketika disana, di lantai paling atas plaza adalah restoran yang bisa dikatakan mewah dengan pemandangan langsung menghadap laut. Kami coba masuk ke restoran tersebut sambil nunggu teman-teman dan bu Tia yang sedang belanja. Sebelum masuk ke restoran kita dikasih kartu gitu buat belanja, disana jual segalam macam makanan laut hingga makanan berbagai macam negara. Sampai dia atas kita langsung ke balkon dan foto-foto, pelayannya liatin kita aja karena kita ga mesen makanan satu apapun. Kita sih cuek aja yang penting bisa foto dan liat pemandangan bagus. :D Setelah dapat foto-foto yang bagus kita turun aja seolah tanpa dosa gitu dan balikin kartu yang nilai belanjanya NOL. hahaha :D
Gb2. Pemandangan dari atas restoran
 
Karena udah cukup sore dan udah selesai belanja kami akhirnya ke pantai tapi sayangnya pantainya ga sebersih pantai yang dibelakang Royal Clift dan juga ada anjing berkeliarnyang bikin ga nyaman. Tapi ga masalah juga sih, karena bisa foto-foto sepuasnya :D Nah dari pantai ini baru keliatan tulisan Pattaya City yang warnanya ganti-ganti. 
Gb3. Pattaya Beach, saksi kebersamaan kita :D
 
Setelah puas foto-foto dan matahari udah tenggelam kami kemudian pergi ke walking street yang meruapakan salah satu andalan wisata di Pattaya. Bisa di bilang Malioboro nya Pattaya tapi lebih ekstrem kalo menurut saya, kenapa? Karena kalau di Malioboro kebanyakan adalah jualan pakaian, souvenir dan makanan, nah kalau di sepanjang Walking street ini yang ada hanya bar dan bar, tempat massage dsb. Kasarnya, bisa dibilang disini lebih banyak yang jual badan.. -_- Mulai dari wanita asli, wanita jadi-jadian sampai para gay. Pokoknya kalau ke walking street harus tahan iman deh terutama bagi yang laki-laki, kalo ga, bisa berabe.
 Gb4. Walking Street
Setelah melewati walking street kita akan sampai di tulisan Pattaya City itu, sebelumnya kita melewati hotel atau cafe-cafe mewah terlebih dahulu. Dari beberapa yang saya lihat hotel maupun Cafe yang ada di Pattaya banyak yang terinspirasi dari Bali atau mungkin pemiliknya orang Indonesia tapi entahlah. Dari nama dan suasananya seperti Bali, juga di dekat resort kami tinggal juga ada namanya Kintamani, exclusive Bali villa and resort.
Saya dan Tika jalan duluam menuju ke tulisan Pattaya City, kami kira teman-teman yang lain ikut ternyata mereka udah kecapean dan istirahat aja di pinggir dermaga. Mayoritas wisatawan yang kami lihat disana adalah orang Jepang dan Korea, padahal kalau menurut saya melihat-lihat di web wisata Jepang dan Korea jauh lebih indah dari Pattaya ini. Tapi mungkin memang sudah takdirnya begitu. :D 
Karena udah capek jalan-jalan, kami akhirnya memutuskan pulang dan sebelum itu kami harus makan dulu karena kalau udah di hotel pasti males keluar lagi buat cari makan. Makanan halal memang susah disana tapi untung ada beberapa yang jual kebab dan ada tulisan halal nya, beruntunglah perut-perut kelaparan kami. Setelah makan kami mampir dulu di sevel buat beli makanan untuk di hotel dan seperti biasa, kami cari mie instan dan lagi-lagi pegawai sevelnya bingung ketika kami minta tolong carikan mie halal. :D



Sekitar Pattaya : Big Budha, Jomtien Beach and Thai Cultural Night

Selasa, 27 Agustus 2013 hari kedua konferensi, kegiatan yang kami lakukan sebelum dzuhur sama seperti kemarin. Setelah dzuhur dan makan siang kami berencana untuk ke Big Budha yang tempatnya lumayan dekat dari PEACH. Kalau naik songtaew sekitar 5-10 menit kalau jalan kaki cuma setengah jam. Awalnya kami akan berangkat bersama-sama dengan teman-teman yang lain dari UI, UGM, UB, tapi udah mau berangkat mba Ike, Shelly, Tina, dan Tika ga jadi ikut. Jadi yang ikut cuma 10 orang.

Akhirnya kami jalan kaki menuju ke Big Budha karena tidak terlalu panas, awalnya saya dan Dira yang jalan duluan. Tapi akhirnya teman-teman ikut juga.
Sebelum sampai ke Big Budha ada kayak museum atau sejenisnya dari Maylim Foundation. Banyak sekali patung-patung yang ada disana maupun tempat berdoa orang Budha.
Lima menit dari tempat itu baru sampai di Big Budha. Setelah naik tangga yang lumayan banyak sampailah kami di Big Budhanya, di sekitarnya juga banyak patung-patung budha lainnya dan sepertinya setiap hari beda patung yang didoakan karena disetiap patung ada harinya.
 Gb 1. Didepan Dewa Kemiskinan

Setalah dari Big Budha kami kembali lagi ke PEACH karena sebelumnya ada janji dengan Bu Tia mau alan-jalan bareng. Setelah ketemu bu Tia kami ke pantai belakang hotel lagi, kali ini sunset nya lebih indah dari yang kemarin.

Gb2. Sungguh sangat indah :)
Setalah dari pantai, kami langsung ke Royal Clift Hotel karena ada acara Thai Cultural Night, malam pertunujukan budaya Thailand serta makan malam. Banyak yang ditampilkan ada juga pertunjukkan Ramayana kalo ga salah tapi versi Thailand. Secara keseluruhan kalau menurut saya, acaranya biasa aja yang ditampilkan juga biasa aja. Karena di Indonesia ada yang jauh lebih bagus dari itu. Kami juga menginkuti tarian disana yang menurut kami sangat sederhana dan mudah ditirukan seperti tarian jawa namun lebih sederhana lagi. Lagi-lagi saya berfikir Indonesia ku jauh lebih indah dan berkarakter, makin cinta deh.. :D
Selain tarian juga ada makanan-makanan khas Thailand, ada yang bikin saya ketagihan (mungkin karena lapar) yaitu kacang ijo di halusin kemudian di bentuk sedemikan rupa dengan cangkang yang berbeda-beda. Trus lihat juga buah-buahan yang di ukir secantik-cantiknya menjadi bunga yang sebelumnya cuma lihat di film-film. Ada juga makanan seperti makanan Indonesia, ada sambel ijo ny. haha :D
Gb3. Thai Cultural Night
 Setelah lihat-lihat, ikut-ikut nari dan makan malam kami ngobrol-ngobrol dengan orang yang bisa diajak ngobrol. haha :D Ada seorang Belanda yang jadi dosen di Mahidol yang juga speaker dalam konferensi sudah sedikit tua tapi ramah sekali. Yang para lelaki ngobrol-ngobrol dengan orang Yordania dan satu lagi ga tau. Disana, lagi-lagi ketemu Rashida, muslim keturunan Maroko tapi tinggal dan bekerja di Belgia yang cantik dan ramah. Setiap hari selalu aja ketemu. haha :D
Gb.4 Semua bisa jadi saudara :D


Rabu, 18 September 2013

World Conference on Health Promotion Day 1 : Pattaya Thailand

Senin, 26 Agustus 2013
Beranjak ke hari berikutnya, pagi ini masih seperti kemarin cerah berawan dan sangat menyenangkan. Konferensi hari pertama dan kami telat datang ke PEACH karena telat bangun. -_- Untung masih dapet coffee break  haha :D

Tak perlu banyak bercerita tentang bagaimana konferensinya, yang ingin saya bagi hanya yang menarik-menarik saja dari perjalan kami. Jujur saja saya ngantuk sekali mengikuti jalannya konferensi, bahasa inggris saja sudah bikin loading saya lama apalagi bahasa prancis atau spanyol. Juga beberapa poster presentasi ada berbahasa Jepang, pakai huruf kanji itu. -_-

Hari ini kami bertemu lagi dengan mahasiswa Indonesia dari FKM UI  (Alex, Putri, Icha), dosen dari UGM dll. Setelah coffee break kami melihat-lihat poster, kali aja ada yang menarik dan bisa dijadiin referensi untuk skripsi sampai jam makan siang menjelang. Makan siang kali ini adalah makanan Jepang yang lidah saya ga terlalu bisa diajak bekerja sama.
gb 1. Makanan Hari pertama, minumannya aseem

Karena banyaknya peserta yang ikut dalam konferesni ini sehingga tak memberikan ruang yang nyaman untuk makan, kalau orang-orang luar itu biasa dan sepertinya tidak terlalu masalah kalau makan berdiri. Kami sebagai orang Islam dan masyarakat yang masih menjunjung adat ketimuran (sok bener ngomongnya -_- ) tidak bisa makan berdiri. Nah daripada berdiri dan bingung nyari tempat, akhirnya kami cari pojokan aja agar bisa makan dengan nyaman. Lesehan emang paling top dah.. haha :D Awalnya kami berlima aja tapi setelah itu mba Ike, Tika, Tina, Icha, Putri dan Alex ikut makan bersama kami. Kebersamaan itu indah.. :D
Gb 2. Udah di Luar Negeripun tetep aja lesehan :D
Dalam makan, saya terima WA dari seorang dosen promkes, Bu Tia, Mutia Narila Nasir orang MInang juga tepatnya di Pariaman. Beliau baru selesai PhD awal tahun ini di Jepang. Beliau tanya dimana dan ternyata beliau juga ikutan, jadi deh kita ketemu dengan agak malu dikit karena kita  Pergi konferensinya masih jadi anak bawang.. :D 
Gb3. Alul, Bu Tia, Vina, Randika
Setelah capek tempat konferensi dan acara selesai, kami menghabiskan sore menanti matahri tenggelam di belakang Royal Clift Hotel. Untuk menuju pantai kami memang harus melewati loby hotel dulu, awalnya kami fikir tidak boleh masuk karena tidak menginap disana tapi untung saja boleh dan ditunjukkan jalan oleh petugas hotel. Pantai berada di lantai paling bawah, loby ternyata di lantai 4, kami harus turun menggunakan lift setelah itu baru berjalan kaki ke pantai.

Pantainya bersih sekali mungkin karena di kawasan hotel bintang 5 tapi itu sangat menyenangkan. Waktu itu pantai masih belum ramai, hanya ada beberapa bule yang berenang ditengah teriknya matahari. Kami masih berpakaian lengkap ke pantai yang jelas sekali salah kostum. haha :D
Cukup lama bagi kami menanti sang surya kembali ke peraduannya karena kita ke pantai waktu itu belum jam 4 sore. Jadilah kami tidur-tiduran aja dan foto-foto.
Gb4. Menanti senja
Pergilah ke laut atau ke pantai untuk melihat betapa besarnya kuasa Allah, benar kalau menurut saya. Tak ada yang bisa mengalahkan keindahan yang diciptakan Allah. Entah saya yang norak atau gimana yang jelas sangat indah matahari terbenam saat itu walau tak terlalu sempurna dibanding hari berikutnya.

Selasa, 17 September 2013

Pattaya, Thailand : Pattaya FLoating Market, Welcome Dinner



Masih di tanggal 25 Agustus 2013,
setelah dari Pattaya Citi Hall agenda selanjutnya adalah jalan-jalan ke Pattaya Floating Market atau Pasar Terapung Pattaya. Sekitar 15 - 30 menit dari Pattaya City Hall. Disana kami dibebaskan untuk pergi kemana saja dan beli apa saja (ya iyalah) namun harus berkumpul di pintu masuk pukul 3 sore.

Banyak sekali wisatawan asing berbelanja kesana, ada juga yang dari Indonesia. Tapi kalau melihat dari wajah kebanyakan wisman nya adalah orang Jepang dan orang Korea. Disana banyak sekali yang berjualan, mulai dari makanan,  souvenir, pakaian dll. Makanan yang dijual kebanyakan makanan laut mungkin karena kota pinggir pantai ya. Para pedagang ada yang berjualan di atas bangunan utama pasar itu ada juga yang masih di perahu.


Secara umum, bagi saya pribadi pasar ini tidak terlalu menarik. Tapi ada satu yang menarik yaitu ice cream mania, yang menarik adalah cara bikinnya yang sebelumnya belum pernah saya lihat di Indonesia. Juga yang bikin ice cream nya itu juga menarik, seorang lady boy. haha :D
Dari yang saya perhatikan di setiap toko-tok yang berjualan mayoritas mereka memiliki tempat beribadah kepada dewanya. walaupun hanya patung dewa kecil serta peralatannya. Entah itu kewajiban atau memang mereka adalah orang religius. Tapi beruntung kami waktu itu menemukan mushala untuk sholat di belakang yang jualan teh tarik walaupun cuma ala kadarnya.


Setelah dari pasar tersebut kami kembali ke PEACH menggunakan van, awalnya kami masuk bareng dengan Shelly, Faiz, Fariz dan mba Ike (Anak UnBraw) tapi kami sekarang keluar cuma dengan Fariz. Setelah masuk ke van kami kira akan segera berangkat ke PEACHtapi ternyata masih ada dua orang bapak-bapak yang belum datang, bapak-bapak itu orang Pattani, kawasan muslim Thailand dan mereka juga bisa bahasa melayu. Ternyata bapak-bapak itu sholat ashar dulu baru kembali ke van.

Sampai di PEACH kami langsung daftar ulang untuk ikut konferensi tanggal 26 agustus 2013 dan antrinya sudah banyak banget, udah kayak antri BBM aja. Butuh waktu hampir 1 jam bagi saya untuk mendapatkan name tag dan kit konferensinya karena juga ada kesalahan sedikit dari panitianya yang ga paham waktu nulis nama saya di name tag nya.

Malamnya, ada acara Welcome Receiption. Selama acara itu kami banyak sekali bertemu dengan orang Indonesia yang mayoritas juga udah s2 atau s3 atau dosen-dosen . Namun ada juga mahasiswa s1 yang ketemu yaitu Septika dan Antina mahasiswi UGM. Disa na kami makan sepuasnya biar ga makan lagi diluar. hehe Setelah acara kami jalan kaki pulang ke hotel, capek sungguh saudara-saudara apalagi saya pakai wedges.. :( Tapi beruntung kami sampai di hotel dengan selamat.. :D


Senin, 16 September 2013

Field Trip in Pattaya : Elementary School and Pattaya City Hall

Minggu, 25 Agustus 2013
Pagi-pagi sekali (versi kami) kami bersiap untuk mengikuti acara pertama The 21st IUHPE Wolrd Conference yaitu Field Trip yaitu jalan-jalan. Pagi itu cerah sekali secerah hati kami berlima. Kami keluar dari hotel kira-kira jam setengah 8, kami naik songtaew lagi dari jalan raya. Kita bayar 200 baht untuk berlima padahal tempat acara deket dari hotel cuma 10 menitlah kalo naik mobil tapi mahal banget..:(

Kami sampai di Pattaya Exhibition and Convention Hall (PEACH), kawasan elit banget dengan songtaew itu. Kami disambut oleh petugas peach dan panitia acara. O ya Didepan peach kami melihat 4 anak manusia 2 lelaki dan 2 wanita, 2 lelaki itu memakai batik dan 2 perempuan itu berjilbab. Yakinlah kami bahwa mereka itu orang Indonesia dan ternyata benar mereka adalah anak Universitas Brawijaya yang mungkin akan sering muncul dalam tulisan selanjutnya.

Setelah daftar ulang untuk ikut acara, kami diberi name tag, payung dan buku panduan. kami agak bingung juga kenapa dikasih payung, ternyata disana panasnya kakak adek ama Jakarta. Rute field trip kami adalah Pattaya City, temanya Implementation of Pattaya Healthy City Concept. Nah kami berangkat sekitar pukul 9 pagi dengan menggunakan van yang bagus banget (ya iyalah van vip :D ) Perjalanan pertama kami dimulai di sebuah sekolah muslim, setingkat SD kayaknya..
Gb 1. Papan nama sekolah yang saya ga tau artinya dan ibu guru

Disana, semua guru berjilbab karena waktu itu hari minggu jadi ga ada muridnya. Cuma guru-gurunya dan orang-orang yang terlibat dalam acara. Disana disedikan meja-meja dan kursi-kursi yang setiapnya ada yang jagain dengan tema yang berbeda, biar kita bisa tanya-tanya disana. Kami disitu coba minum teh thailand dan satu minuman khas sana yg warnanya ungu dan itu sangat tidak cocok dilidah kami. kemudian kami makan buah aja yang lumayan buat ganjel perut yang dari pagi belum makan. Trus disana juga nampilin senam gitu, tapi letoy banget kalo menurut saya jika dibandingn dengan senam di deket kampus.
Setelah dari sekolah kami ke Pattaya City Hall, awalnya yang naik van pindah deh naik bus tingkat karena udah ada yg naik duluan. Sampai disana kami disambut foto Ratu nya Thailand segede apa coba, ternyata memang foto ratu nya itu ada dimana-mana, cinta banget kayakanya... Di dalam hall itu sudah ada para staff rumah sakit Pattaya dan staff kota gitu dan paling penting sudah ada wali kotanya dan itu kece banget untuk ukuran wali kota. haha :D
Sang walikota menyampai tentang Kota Pattaya, visi misi Pattaya untuk menjadi kota yang berwawasan promosi kesehatan dan kiat-kiatnya dengan panjang lebar yang saya sangat lambat untuk memahami itu semua..-_- Selanjutnya foto-foto dan makan siang.

Setelah makan siang, baru acara jalan-jalan sebenarnya yaitu ke Pattaya Floating Market atau pasar terapung.

Jumat, 13 September 2013

Sampai di Negaranya Mario Maurer : Bangkok Thailand

Sabtu 24 Agustus 2013 pukul 7:45 pm kami mendarat dengan cantik dan ganteng di Suvarnabhumi Airport, pertama kali masuk bandara yang diperhatikan tentunya bangunannya dan langsung membandingkan dengan Soeta Airport. Ya, Soeta masih dibawah satu tingkat lah ya, tapi Soeta sudah cukup baik (terutama terminal 3) daripada LCCT Malaysia (terutama toiletnya). hehe :D

 Lanjut, pertama dan terutama sekali adalah menukar uang ke Baht. Saya menukar 150 USD, jadinya 4528.50 Baht. Kemudian kami ke bagian imigrasi dulu, sebelumnya di pesawat kami sudah diberi form untuk diisi dan diberikan di imigrasi nanti. Ada sedikit lucu pas nyampe sana, petugas bandara yang dekat imigrasi itu bilang sesuatu ke kami, tapi ga tau apa yang di omonginya, ga jelas entah dia ngomong pake bahasa inggris entah bahasa thai. tapi dia nunjuk-nunjuk kertas yang kosong, jadilah kami mengerti maksudnya. Ternyata kami disuruh mengisi tempat tinggahl selama di Thailand dimana gitu. Bahasa isyarat lebih membantu ketika bahasa tak mempersatukan kalian dengan orang baru... :D
Gb.1 Ini mau masuk ke bagian Imigrasi dan pengambilan Bagasi

Setelah selesai di imigrasi kemudian langsung ambil bagasi dan menuju bus yang ke Pattaya. Sebenarnya penjualan tiket yang ke Pattaya itu persis di samping eskalator yang kami turuni. Karena malas bertanya jadilah kami muter-muter dulu. 1 jam kemudian, kami akhirnya beli tiket juga, padahal seharusnya kami bisa naik bis yang jam 9. Karena muter-muter itu kami naik bis jam 10. Waktu tempuh Airport ke terminal Pattaya sekitar 2 jam dengan jarak 144 km. Harga tiketnya yaitu 134 Baht, Bis nya kayak damri gitu.

Gb.2 Dira , Asri Udah jadi turis sekarang :D :p

Dua jam kemudian kami sampai di Air Conditioned Bus Termina Pattaya Bangkok, karena sudah tengah malam ga ada lagi angkutan menuju penginapan kecuali songtaew (angkok khas pattaya, kayak mobil angkut barang tapi dikasih atap) yang harus kita sewa, waktu itu kita kena 300 baht untuk sampai ke penginapan (sebelumnya sudah kami pesan di Agoda.we.id kalo pesan disana bisa sedikit lebih murah daripada pesan langsung di tempat). Songtaew yang biasanya dilihat di film Thailand yg kadang di cemooh, akhirnya kami yang naik itu.-_- Kami menginap di Coco Resort Thappraya Road Soi 15, agak masuk-masuk gang gitu.
Gb.3 Naik Songtaew dan Penginapan
Kami disambut oleh seorang resepsionis yang ramah, namanya Nan orang Thailand asli Pattaya Selatan. Bahasa Inggrisnya bagus walau kadang kurang jelas. Sebelum menempati kamar kam harus deposite dulu 300 baht 1 kamar jadi kami harus deposite 600 baht, nanti pas check out baru bisa ambil. Setau saya di Jakarta ga ada gitu deh, jadi kalo nginap di luar negeri emang harus deposite gitu ya (di Bangkok dan Kuala Lumpur juga gitu)? Kamar yang kami tempati sangat bagus bagi orang yang uangnya pas-pasan, ada satu kasur besar yang muat buat bertiga, 1 sofa panjang, 1 meja, seperangkat tv, kamar mandi yang luas. Pokonya sangat nyaman untuk ditempati, apalagi kamar kami didepannya langsung cafetaria dan kolam renang.
Setelah beres-beres sebentar kami langsung tidur karena besok pagi sudah ada kegiatan 'Field Trip' rangkaian acara ke 21 IUHPE World Conference on Health Promotion.

Minggu, 08 September 2013

Backpacker Ala Koper ke Thailand: Berangkat...

Sabtu, 24 Agustus 2013 hari yang dinanti-nanti itu datang juga. Hari ini kami akan berangkat ke Thailand, untuk pertama kalinya bagi kami semua bepergian keluar negeri. Kami, ya saya dan empat orang teman akan kesana dengan modal bahasa inggris yang sangat pas-pasan. Kami berangkat 5 orang, 2 laki-laki dan 3 orang perempuan termasuk saya. (kok ngerasa ini nulisnya formal banget ya? -___-)

Wanita pertama adalah tak lain dan tak bukan saya sendiri, si Hervina yang super egois (nyadar diri). Mahasiswi Promosi Kesehatan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kedua adalah Isra Dwira Arizuni, Mahasiswi Matematika Universitas Andalas Padang, ketiga juga mahasiswi matematika Unand, Nitri Asriani. Sedangkan laki-lakinya adalah Randika akhira dan Fadlur Rahman yang sama-sama mahasiswa Promkes UIN Jakarta.

Kenapa sampai ada mahasiswa matematika ikut konferensi promosi kesehatan? Begini ceritanya, saya punya teman namanya Dita (awalnya dia juga mau ikut) Dita ini juga punya teman di Padang yg namanya Nitri. Nah nitri ini sangat suka nonton film Thailand dan Korea, karena tau konferensi ini di Thailand si Nitri ini mau lah dia ikut dan dia juga mengajak satu temannya yang juga suka Thailand untuk ikut yaitu Isra Dwira. Jadilah mereka ikut dengan kami, padahal belum saling mengenal. Kami hanya berkomunikasi via HP.

G1. Ini para personilnya 
Konferensi adalah satu ajang untuk menghantarkan kita ke luar negeri dengan terlihat lebih pintar.. :D Mungkin benar juga, bagi saya pribadi jika harus pergi jalan-jalan keluar negeri belum waktunya, masih banyak keperluan yang lebih penting disini. Tapi karena ada kesempatan untuk mengikuti itu, ya kenapa tidak. Kesempatan pertama akan membuka kesempatan-kesempatan lainnya, itu menurut pendapat pendapat saya. Saya yakin setelah ini akan lebih sering keluar negeri untuk menuntut ilmu. Aaaamiiinnn.....

Dira, Asri, Randika berangkat dari Padang baru ke Jakarta. Kebetulan yang berangkat adalah orang Minang semua kecuali alul (Fadlur), saya dan Alul langsung ke bandara Soekarno Hatta dan janjian bertemu mereka bertiga di terminal 3. Akhirnya kami bertemu dengan Dira dan Asri setelah LDR an.. haha :D
Pesawat berangkat pukul 15.40 WIB, kami sampai di terminal 3 Soeta sekitar pukul 13.00. Kecepetan? Ga sih, mondar-mandir aja ngabisin waktu. Setelah berkumpul kami check in, nukar uang rupiah ke dollar, ga langsung ke Baht kataya lebih aman aja lagian di Mandiri juga dikit Baht nya. Saat kami pergi itu memang saat yang tidak baik bagi isi kantong ini. Kami nuker uang dapet 1 USD = Rp 11.475 . awalnya dompet yang sangat tebal dengan rupiah langsung menipis ..:(

 G2. Vina, Dira, Asri, Randika (Alul yang motoin)

Saya dan teman-teman belum ada yang makan nasi, jadi mulailah kami bergerilya mencari makanan paling murah di bandara. Akhirnya kami makan di tempat yg paling murah menurut kami yaitu makan nasi goreng, tapi  untung saya udah bawa makan dari Ciputat jadi ga mahal makannya.. :D Setelah makan pas banget waku berangkat, jadi ga kerasa lama nunggunya.

Oke, waktunya berangkat. Ternyata pesawatnya antri dulu saudara-saudara untuk terbang, baru kali ini saya naik pesawatnya antri dulu. Perjalanan Jakarta ke Bangkok sekitar 3 jam. Sekarang, Kami sudah di atas awan.. :D
G4. Entah dilangit mana, yang jelas sangat cantik :)

Di atas pesawat, karena kami baru berjumpa otomatis kami bercengkrama lah ya, apalagi wanita. hehe  Saya, Asri, Dira duduk berdampingan sedangkan Alul dan Randika agak jauh didepan kami. Didepan kami ada dua ibu-ibu berjilbab orang Thailand sepertinya. Di pesawat biasalah ya berisik, nah ibu-ibu2 di depan kami itu merasa terganggu padahal suara mesin pesawat juga berisik. Dia bilang "Please be quiet" dalam logat Thai sambil memukul kursinya. Aneh aja ada orang kayak gitu, padahal suara kami tak terlalu keras dan orang-orang lain di sekitar juga masih ngobrol-ngobrol keras. Cara ibu itu menegur sebenarnya yang bikin ga enak, kesannya gimana gitu.. Tapi ya udahlah ya,, kami jga ketawa2 aja kalo inget itu.. :D

bersambung (kayak sinetron aja hahaha :D )

Jumat, 06 September 2013

Penting ga Penting, Pembukaan..!!!!

Ketika menulis hanya tinggal hasrat, padahal cuma nulis di blog atau di buku. Malas, sesuatu yang senang sekali hinggao di diri ini. terakhir menulis disini awal Juli lalu, sekarang sudah september. Hampir lumutan sepertinya blog ini, tapi sebelum benar-benar lumutan sekarang dan mudah-mudahan akan rutin tiap hari atau setiap minggu akan muncul tulisan walau sebenarnya tak terlalu penting.. hehe :D

Nah, mungkin yang menarik yang akan saya tulis saat ini adalah perjalanan saya non-stop dari tanggal 19 agustus sampai 4 september kemarin. Untung aja badan ini kuat, berkat persiapan dan doa orang tua juga.. :)

Senin, 19 Agustus saya pulang dari Magetan menuju Ciputat dengan menggunakan bus malam Shantika dengan ongkos Rp 260.000, sampai di Ciputat pukul 8 pagi. Istirahat sebentar (ga tidur) kemudian ke kampus ketemu Alul, ngebahas keberangkatan panjang selanjutnya. Teruuussss lanjut ke Depok ketempat uda,,, sorenyaaa cuss ke Bandung...

Next day, saya dan keluarga di Bandung menelusuuri kota Bandung dari satu mall ke mall lainnya buat beli perlengkapan perjalanan berikutnya. Besoknya pergi jalan-jalan ke lembang cuma buat makan jagung bakar, di depan kebun teh yang di dekat tangkuban perahu..-_-


Besoknya lagi, tanggal 23 agustus 2013 saya balik lagi ke Ciputat di antar keluarga. sampai di Kosan pukul 11 malam karena sebelumnya ke Depok dulu tempat uda. Padahal seharusnya sebelum bepergian jauh harus cukup istirahat dulu, tapi kenyataannya berlainan.

Solo Travel : Cara Hemat dari Solok Ke BIM ( Bandara International Minangkabau)

Halo semuanya, akhirnya bisa nulis lagi disini karena baru ada yang mau di posting dan sedang ada niat :D Okey, 2 minggu lalu saya berkesemp...