Karena masih terang dan matahari masih belum turun ke peraduannya kami main-main dulu di Royal Garden Plaza, sekalian Bu Tia mau beli oleh-oleh buat anaknya karena ga ke Bangkok. Jadilah kami ubek-ubek tuh plaza dan tak lupa foto-foto. Banyak wahana permainan disana atau sekedar tempat foto-foto.
Gb1. Di Royal Garden Plaza
Ada yang lucu ketika disana, di lantai paling atas plaza adalah restoran yang bisa dikatakan mewah dengan pemandangan langsung menghadap laut. Kami coba masuk ke restoran tersebut sambil nunggu teman-teman dan bu Tia yang sedang belanja. Sebelum masuk ke restoran kita dikasih kartu gitu buat belanja, disana jual segalam macam makanan laut hingga makanan berbagai macam negara. Sampai dia atas kita langsung ke balkon dan foto-foto, pelayannya liatin kita aja karena kita ga mesen makanan satu apapun. Kita sih cuek aja yang penting bisa foto dan liat pemandangan bagus. :D Setelah dapat foto-foto yang bagus kita turun aja seolah tanpa dosa gitu dan balikin kartu yang nilai belanjanya NOL. hahaha :D
Gb2. Pemandangan dari atas restoran
Karena udah cukup sore dan udah selesai belanja kami akhirnya ke pantai tapi sayangnya pantainya ga sebersih pantai yang dibelakang Royal Clift dan juga ada anjing berkeliarnyang bikin ga nyaman. Tapi ga masalah juga sih, karena bisa foto-foto sepuasnya :D Nah dari pantai ini baru keliatan tulisan Pattaya City yang warnanya ganti-ganti.
Gb3. Pattaya Beach, saksi kebersamaan kita :D
Setelah puas foto-foto dan matahari udah tenggelam kami kemudian pergi ke walking street yang meruapakan salah satu andalan wisata di Pattaya. Bisa di bilang Malioboro nya Pattaya tapi lebih ekstrem kalo menurut saya, kenapa? Karena kalau di Malioboro kebanyakan adalah jualan pakaian, souvenir dan makanan, nah kalau di sepanjang Walking street ini yang ada hanya bar dan bar, tempat massage dsb. Kasarnya, bisa dibilang disini lebih banyak yang jual badan.. -_- Mulai dari wanita asli, wanita jadi-jadian sampai para gay. Pokoknya kalau ke walking street harus tahan iman deh terutama bagi yang laki-laki, kalo ga, bisa berabe.
Gb4. Walking Street
Setelah melewati walking street kita akan sampai di tulisan Pattaya City itu, sebelumnya kita melewati hotel atau cafe-cafe mewah terlebih dahulu. Dari beberapa yang saya lihat hotel maupun Cafe yang ada di Pattaya banyak yang terinspirasi dari Bali atau mungkin pemiliknya orang Indonesia tapi entahlah. Dari nama dan suasananya seperti Bali, juga di dekat resort kami tinggal juga ada namanya Kintamani, exclusive Bali villa and resort.
Saya dan Tika jalan duluam menuju ke tulisan Pattaya City, kami kira teman-teman yang lain ikut ternyata mereka udah kecapean dan istirahat aja di pinggir dermaga. Mayoritas wisatawan yang kami lihat disana adalah orang Jepang dan Korea, padahal kalau menurut saya melihat-lihat di web wisata Jepang dan Korea jauh lebih indah dari Pattaya ini. Tapi mungkin memang sudah takdirnya begitu. :D
Karena udah capek jalan-jalan, kami akhirnya memutuskan pulang dan sebelum itu kami harus makan dulu karena kalau udah di hotel pasti males keluar lagi buat cari makan. Makanan halal memang susah disana tapi untung ada beberapa yang jual kebab dan ada tulisan halal nya, beruntunglah perut-perut kelaparan kami. Setelah makan kami mampir dulu di sevel buat beli makanan untuk di hotel dan seperti biasa, kami cari mie instan dan lagi-lagi pegawai sevelnya bingung ketika kami minta tolong carikan mie halal. :D


Tidak ada komentar:
Posting Komentar