Akhirnya kami jalan kaki menuju ke Big Budha karena tidak terlalu panas, awalnya saya dan Dira yang jalan duluan. Tapi akhirnya teman-teman ikut juga.
Sebelum sampai ke Big Budha ada kayak museum atau sejenisnya dari Maylim Foundation. Banyak sekali patung-patung yang ada disana maupun tempat berdoa orang Budha.
Lima menit dari tempat itu baru sampai di Big Budha. Setelah naik tangga yang lumayan banyak sampailah kami di Big Budhanya, di sekitarnya juga banyak patung-patung budha lainnya dan sepertinya setiap hari beda patung yang didoakan karena disetiap patung ada harinya.
Gb 1. Didepan Dewa Kemiskinan
Setalah dari Big Budha kami kembali lagi ke PEACH karena sebelumnya ada janji dengan Bu Tia mau alan-jalan bareng. Setelah ketemu bu Tia kami ke pantai belakang hotel lagi, kali ini sunset nya lebih indah dari yang kemarin.
Gb2. Sungguh sangat indah :)
Setalah dari pantai, kami langsung ke Royal Clift Hotel karena ada acara Thai Cultural Night, malam pertunujukan budaya Thailand serta makan malam. Banyak yang ditampilkan ada juga pertunjukkan Ramayana kalo ga salah tapi versi Thailand. Secara keseluruhan kalau menurut saya, acaranya biasa aja yang ditampilkan juga biasa aja. Karena di Indonesia ada yang jauh lebih bagus dari itu. Kami juga menginkuti tarian disana yang menurut kami sangat sederhana dan mudah ditirukan seperti tarian jawa namun lebih sederhana lagi. Lagi-lagi saya berfikir Indonesia ku jauh lebih indah dan berkarakter, makin cinta deh.. :D
Selain tarian juga ada makanan-makanan khas Thailand, ada yang bikin saya ketagihan (mungkin karena lapar) yaitu kacang ijo di halusin kemudian di bentuk sedemikan rupa dengan cangkang yang berbeda-beda. Trus lihat juga buah-buahan yang di ukir secantik-cantiknya menjadi bunga yang sebelumnya cuma lihat di film-film. Ada juga makanan seperti makanan Indonesia, ada sambel ijo ny. haha :D
Gb3. Thai Cultural Night
Setelah lihat-lihat, ikut-ikut nari dan makan malam kami ngobrol-ngobrol dengan orang yang bisa diajak ngobrol. haha :D Ada seorang Belanda yang jadi dosen di Mahidol yang juga speaker dalam konferensi sudah sedikit tua tapi ramah sekali. Yang para lelaki ngobrol-ngobrol dengan orang Yordania dan satu lagi ga tau. Disana, lagi-lagi ketemu Rashida, muslim keturunan Maroko tapi tinggal dan bekerja di Belgia yang cantik dan ramah. Setiap hari selalu aja ketemu. haha :D
Gb.4 Semua bisa jadi saudara :D


Tidak ada komentar:
Posting Komentar