Rabu, 08 April 2015

Tarusan Kamang "Danau Dua Wajah' di Agam Sumatera Barat



Sumatera Barat, siapa yang tak kenal surganya wisata alam dan kuliner. Pemandangan yang luar biasa indah dan makanan khas berbagai nagari yang sangat lezat. Hingga rendangpun menjadi makanan terlezat didunia, rendang beneran ya bukan rendang abal-abal yang dijual di warung nasi Padang kebanyakan itu.
Sumatera Barat terdiri dari beberapa kota dan kabupaten dan disetiap kota/kabupaten tersebut memiliki banyak nagari dengan keunikannya masing – masing. Bulan Januari – Maret kemarin saya berkesempatan menginjakkan kaki kembali ke tanah kelahiran saya, tak terlalu banyak perubahan. Namun, semakin banyak objek wisata alam yang terpublikasi.

Gb 1. Jam Gadang di Bukit Tinggi


Salah satunya Tarusan Kamang, saya tahu tempat ini dari foto Facebook salah seorang fotografer ranah minang (Erison J Kambari). Ia menampilkan keindahan-keindahan alam yang tak terbantahkan itu dan keunikan dari Tarusan Kamang itu. Terletak di Jorong Halalang, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Tarusan ini mudah dikunjungi karena akses kesana sudah cukup baik.
Waktu itu saya dari Solok, untuk sampai kesana memerlukan waktu sekitar 2 jam kalau sudah tau rutenya dengan baik. Tapi waktu itu saya tidak langsung ke Tarusan Kamang, namun mampir dulu di Bukit Tinggi tepatnya Jam Gadang hanya sekedar untuk berfoto dan makan siang. Setelah dzuhur baru saya berangkat ke Tarusan Kamang dengan modal nekat padahal saya hanya berdua dengan teman kesana dan sesama cewek pula.
Jika sudah penasaran, rasa takutpun akan hilang. Sepanjang perjalanan kesana kami banyak bertanya pada orang-orang dipinggir jalan, tersesat sedikit hal yang biasa setidaknya saya merasa aman karena saya paham dengan bahasa masyarakat disana. Perjalanan kesana gampang sebenarnya, jalannya lurus dan bagus. Melewati sawah-sawah dan rumah warga, walau jarang terlihat rumah gadang disana.

Gb 2. Pulau Kecil di Tengah Danau


Sekitar 20 – 30 menit kami sampai di Tarusan itu, Masya Allah keren sekali atau mungkin saya yang norak, entahlah. Namun, itu benar-benar bagus. Walau belum terlalu terawat, saya pikir Tarusan ini nyaman untuk piknik bersama keluarga. Danaunya tak terlalu luas tapi ada pulau kecil ditengahnya yang membuat ia makin cantik. Dipinggir danau ada padang rumput setelahnya baru hutan. Jika kita duduk dipadang rumput menghadap ke danau, kita akan melihat deretan bukit barisan yang cantik.

Gb 3. Kerbau-kerbau milik warga di pinggir danau


Sebagian pinggir danau banyak  kerbau dan kubangannya milik penduduk setempat, juga ada beberapa pondok-pondok yang menjual makanan ala kadarnya. Di Tarusan ini juga bisa paralayang sepertinya, karena pas saya kesana ada beberapa orang yang sedang mencoba untuk ‘terbang’ tapi sayangnya waktu itu tak cukup banyak angin.

                                                                                                             Gb 4. Mencoba Terbang

O ya, saya hampir lupa keunikan Tarusan Kamang ini apa. Tarusan Kamang ini memiliki “dua wajah”, terkadang bisa menjadi danau terkadang bisa menjadi padang rumput yang tak terpengaruh oleh cuaca. Itu yang menjadikan saya sangat tertarik mengunjungi tempat itu.
Jika dibenahi sedikit mungkin Tarusan Kamang ini akan lebih banyak pengunjungnya karena memang layak untuk dikunjungi terutama untuk wisata keluarga. Tarusan Kamang ini juga merupakan salah satu tempat syuting film Tenggelamnya Kapal Vander Wijck yang di angkat dari novel Buya Hamka.




Sumber foto : Dokumentasi Pribadi

Solo Travel : Cara Hemat dari Solok Ke BIM ( Bandara International Minangkabau)

Halo semuanya, akhirnya bisa nulis lagi disini karena baru ada yang mau di posting dan sedang ada niat :D Okey, 2 minggu lalu saya berkesemp...