Sabtu, 16 Agustus 2014

Pertama kali ke Air Terjun Aia Angek Saniangbaka, Kab. Solok


          Segala puji bagi Allah yang menciptakan alam semesta dengan begitu indahnya. Alhamdulillah juga saya lahir dan dibesarkan di sebuah negeri “serpihan surga”, ya negeriku laksana surga yang tercecer dari tempat  yang seharusnya. Negeri ini (di Minangkabau di sebut Nagari) bernama Nagari Saniang Baka di Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Di kelilingi perbukitan yang hijau, sawah yang menguning jika musim panen tiba dan danau singkarak yang cantik sekali. Waktu tempuh dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju negeri ini sekitar 2 jam, dari Kota Solok sekitar 30 menit menggunakan angkutan umum. Jika dari Kota Bukit Tinggi membutuhkan waktu sekitar 90 menit untuk sampai ke desaku ini. Tidak cukup jauh bukan? :D

Di negeriku ini terdapat dua buah air terjun, dulu saya biasanya pergi ke air terjun pinang. Pinang disini bukan nama buah atau semacamnya, tapi satu tempat disini. Air terjun pinang ini tersembunyi di sela-sela perbukitan, untuk kesana kita harus melewati persawahan, kali dengan batu yang besar-besar dan semak belukar. Air terjun pinang cukup tinggi dan airnya bersih, sangat cantik. Siapapun yang kesana akan jatuh cinta. Tapi, saat pulang kampung kemarin seorang teman, namanya Rendy Febrianto mengajak ke air terjun yang jarang sekali orang kesana di hutan kampungku, di sekitar daerah Aia Angek namanya.

Pada 31 Juli 2014, kami pergi berenam orang, 4 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. waktu itu beruntung sekali bisa kesana saat cuaca sedang cerah. Untuk kesana dari rumah kami harus pakai motor terlebih dahulu, perjalanan dengan motor dibutuhkan waktu sekitar setengah jam. Namun itu belum sampai ditujuan, kita harus memarkir motor didekat rumah seorang warga yang tinggal disana. Jangan bosan dengan perjalanan menuju kesana, karena selama perjalanan dengan motor kita akan disuguhi pemandangan yang sangat indah. Perbukitan yang hijau, langit biru, danau singkarak, gunung merapi, dan lain-lain. Namun akses menuju kesana memang belum terlalu bagus, jadi harus berhati-hati dalam mengendarai motor.


Setelah parkir motor kita akan berjalan kaki menuju air terjun sekitar 10-15 menit, sangat dekat. Lagi, kita akan disuguhi pemandangan yang luar biasa. Kita akan melewati sawah penduduk, berjalan lewat pematang sawah, melewati sungai-sungai kecil yang airnya sangat jernih. Tapi, ada sedikit tantangan kesana, kita harus berjalan diatas paralon sebuah proyek irigasi atau mencari jalan dibawahnya di semak-semak. Proyek itu belum selesai jadi bagi yang bisa melewati paralon untuk menuju air terjun, tapi tak masalah bagi kami. Kami sangat bersemangat apalagi jika gemiricik air mulai terdengar. Namun, jika mengajak banyak wanita sepertinya akan ribet :D

Yeay, akhirnya kita sampai di air terjun aia angek ini dan aku langsung jatuh cinta. Indah sekali, airnya jernih dan dingin. Ada surga tersembunyi di negeriku, mungkin dulu bidadari mandi disini :D. Memang air terjun tidak begitu tinggi, tapi jika diperhatikan air terjun ini seperti bertingkat-tingkat sehingga terlihat sangat cantik. Kita akan betah berlama-lama disini karena sangat sejuk dan damai sekali. O ya, jangan lupa kalau kesini bawa perbekalan secukupnya, waktu itu kami beli nasi bungkus karena tidak banyak persiapan.

Untuk pulang kampung selanjutnya, saya berharap bisa menjelajah lebih jauh lagi, menikmati keindahan alam negeri sendiri. Katanya ada satu air terjun lagi, semoga ada jalan menuju sana.

Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi
Nb: Air Terjun ini belum ada namanya atau mungkin saya yang tidak tau namanya. Tapi saya menyebutnya Aia Tajun Batingkek Aia Angek. Bagi yang tau namanya silakan diberitahu.

Solo Travel : Cara Hemat dari Solok Ke BIM ( Bandara International Minangkabau)

Halo semuanya, akhirnya bisa nulis lagi disini karena baru ada yang mau di posting dan sedang ada niat :D Okey, 2 minggu lalu saya berkesemp...