Segala puji
bagi Allah yang menciptakan alam semesta dengan begitu indahnya. Alhamdulillah
juga saya lahir dan dibesarkan di sebuah negeri “serpihan surga”, ya negeriku laksana
surga yang tercecer dari tempat yang seharusnya. Negeri ini (di Minangkabau di sebut Nagari) bernama Nagari Saniang Baka di
Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Di kelilingi
perbukitan yang hijau, sawah yang menguning jika musim panen tiba dan danau
singkarak yang cantik sekali. Waktu tempuh dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju negeri ini sekitar 2 jam, dari Kota Solok sekitar 30 menit menggunakan angkutan umum. Jika dari Kota Bukit Tinggi membutuhkan waktu sekitar 90 menit untuk sampai ke desaku ini. Tidak cukup jauh bukan? :D
Di negeriku ini
terdapat dua buah air terjun, dulu saya biasanya pergi ke air terjun pinang.
Pinang disini bukan nama buah atau semacamnya, tapi satu tempat disini. Air terjun
pinang ini tersembunyi di sela-sela perbukitan, untuk kesana kita harus
melewati persawahan, kali dengan batu yang besar-besar dan semak belukar. Air terjun pinang cukup tinggi dan airnya bersih, sangat cantik. Siapapun yang kesana akan jatuh cinta. Tapi,
saat pulang kampung kemarin seorang teman, namanya Rendy Febrianto mengajak ke air terjun yang jarang
sekali orang kesana di hutan kampungku, di sekitar daerah Aia Angek namanya.
Pada 31 Juli
2014, kami pergi berenam orang, 4 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. waktu itu beruntung sekali bisa kesana saat cuaca sedang
cerah. Untuk kesana dari rumah kami harus pakai motor terlebih dahulu, perjalanan
dengan motor dibutuhkan waktu sekitar setengah jam. Namun itu belum sampai
ditujuan, kita harus memarkir motor didekat rumah seorang warga yang tinggal
disana. Jangan bosan dengan perjalanan menuju kesana, karena selama perjalanan
dengan motor kita akan disuguhi pemandangan yang sangat indah. Perbukitan yang
hijau, langit biru, danau singkarak, gunung merapi, dan lain-lain. Namun akses
menuju kesana memang belum terlalu bagus, jadi harus berhati-hati dalam
mengendarai motor.
Setelah parkir
motor kita akan berjalan kaki menuju air terjun sekitar 10-15 menit, sangat
dekat. Lagi, kita akan disuguhi pemandangan yang luar biasa. Kita akan melewati
sawah penduduk, berjalan lewat pematang sawah, melewati sungai-sungai kecil yang
airnya sangat jernih. Tapi, ada sedikit tantangan kesana, kita harus berjalan
diatas paralon sebuah proyek irigasi atau mencari jalan dibawahnya di
semak-semak. Proyek itu belum selesai jadi bagi yang bisa melewati paralon
untuk menuju air terjun, tapi tak masalah bagi kami. Kami sangat bersemangat
apalagi jika gemiricik air mulai terdengar. Namun, jika mengajak banyak wanita
sepertinya akan ribet :D
Yeay, akhirnya
kita sampai di air terjun aia angek ini dan aku langsung jatuh cinta. Indah sekali,
airnya jernih dan dingin. Ada surga tersembunyi di negeriku, mungkin dulu
bidadari mandi disini :D. Memang air terjun tidak begitu tinggi, tapi jika
diperhatikan air terjun ini seperti bertingkat-tingkat sehingga terlihat sangat
cantik. Kita akan betah berlama-lama disini karena sangat sejuk dan damai sekali. O ya, jangan lupa kalau kesini bawa perbekalan secukupnya, waktu itu kami beli nasi bungkus karena tidak banyak persiapan.
Untuk pulang kampung selanjutnya, saya berharap bisa menjelajah lebih jauh lagi, menikmati keindahan alam negeri sendiri. Katanya ada satu air terjun lagi, semoga ada jalan menuju sana.
Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi
Nb: Air Terjun ini belum ada namanya atau mungkin saya yang tidak tau namanya. Tapi saya menyebutnya Aia Tajun Batingkek Aia Angek. Bagi yang tau namanya silakan diberitahu.
Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi
Nb: Air Terjun ini belum ada namanya atau mungkin saya yang tidak tau namanya. Tapi saya menyebutnya Aia Tajun Batingkek Aia Angek. Bagi yang tau namanya silakan diberitahu.




