Menembak Cicak
Langit mulai kemerahan diatas sana, kami masih asyik bermain dipekarangan rumah. Sudah beberapa hari ini kami menemukan permainan baru yang mengasyikkan, baik laki-laki maupun perempuan melakukannya. Namun ada beberapa anak yang tidak mau karena takut, takut dimarahi orang tua atau takut melakukannya.
Permainan ini dimulai jika senja menjelang karena memang saat itu banyak sasaran permainan kami. Hanya butuh karet gelang untuk menikmati permainan ini, tapi entah ini bisa dibilang permainan atau tidak. “Teman-teman ayo kita ke surau, nanti keburu ilang sasarannya”, temanku mengajak kami pergi ke surau bukan untuk sholat magrib tapi untuk memulai permainan kami. “Ayo, nih karetnya udah banyak”, jawabku bersemangat.
Waktu itu aku kelas 3 SD, bermain dengan laki-laki itu hal yang wajar maupun permainan anak perempuan dan anak laki-laki tak jauh berbeda. Dilingkungan tempat tinggalku memang banyak sekali anak-anak, kami sering bermain bersama walau tak seumuran. Kami bermain apa saja yang bisa membuat kami senang, memanfaatkan apa yang ada disekitar tempat tinggal kami.
Menjelang adzan magrib, kami sudah standby didekat surau. Pemainan kami adalah menembak cicak, kami termotivasi dari kata orang-orang karena kalau membunuh satu ekor cicak sama dengan membunuh satu orang kafir. Entah dari mana teori itu berasal, kami yang masih anak-anak dengan lugunya menerima teori tersebut mentah-mentah dan mempraktekkannya.
Waktu itu aku hanya berempat orang, dua laki-laki dan dua perempuan. “Vin, itu banyak cicaknya ayo tembak ayo tembak”, temanku memberitahu sasaran empuk kami. Mulailah kami menembaki cicak itu dengan karete gelang yang kami punya, beberapa ada yang jatuh dan mati beberapa hanya jatuh dan tidak kena. Sedang asyik menembaki cicak itu, tiba-tiba aku merasa menginjak sesuatu.
Yang aku injak itu empuk, namun seketika betisku sakit dan berdarah. Disekitar surau itu memang ada anjing yang berkeliaran. Ternyata aku menginjak ekor anjing, mungkin anjing itu terkejut dan langsung menggigit kakiku kemudian dia menjauh. Aku teriak dan panik juga teman-temanku, kejadian itu pas adzan magrib. Ibu-ibu maupun bapak-bapak mulai berdatangan ke surau, mendengar aku berteriak ada satu ibu-ibu yang kami panggil Amah datang menolongku.
Aku dibawa pulang oleh Amah, aku sudah menangis karena kesakitan. Dirumah, Uni dan Abang sudah menunggu, waktu itu ibuku sedang di Jawa jadi dirumah hanya dengan keluarga Uni. Amah menceritakan kejadian aku digigit anjing kepada Uni, Uni langsung panik dan meminta Abang untuk membawaku ke bidan dekat rumah. Padahal sore itu uni sudah membuatkanku susu, namun aku enggan meminumnya malah lebih memilih bermain.
Sesampainya dirumah bidan katanya aku harus disunti, agar tidak kena rabies namun dirumah bidan itu tidak ada. Adanya hanya di puskesmas kota atau rumah sakit, besok paginya kami langsung kekota.
Katanya kalau kita digigit anjing dan anjingnya mati itu bisa-bisa kita rabies, setelah digigit itu aku, keluargaku dan tetangga sekitar mengawasi anjing itu apakah ia mati atau tidak. Tapi untung saja dia tidak mati dan aku juga tetap sehat.
Sebelumnya, namun aku tidak terlalu ingat aku juga pernah di gigit anjing katanya anjing gila. Waktu itu kami sedang bermain kejar rombong, ada dua rombongan yang harus saling mencari anggota. Kami berlari dan bersembunyi ditempat yang aman agar tidak ketahuan oleh rombongan lawan, aku tertinggal. Kata orang-orang, hari ini ada anjing lepas jadi jangan keluar rumah namun kami tetap saja bandel. Karena kebandelan itu, aku digigit anjing dibagian tanganku. Kasihan sekali memang namun apa daya, rejeki si anjingnya.
Jadi aku digigit anjing dua kali seumur hidup ini, karena kesalahan sendiri juga. Pelajarannya, KALAU MAGHRIB ITU SHOLAT MAGHRIB BUKAN NEMBAK CICAK.
Minggu, 20 April 2014
Menembak Cicak
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Solo Travel : Cara Hemat dari Solok Ke BIM ( Bandara International Minangkabau)
Halo semuanya, akhirnya bisa nulis lagi disini karena baru ada yang mau di posting dan sedang ada niat :D Okey, 2 minggu lalu saya berkesemp...
-
Halo semuanya, akhirnya bisa nulis lagi disini karena baru ada yang mau di posting dan sedang ada niat :D Okey, 2 minggu lalu saya berkesemp...
-
Ada yang tau apa itu ikan larangan? Disini banyak sekali kolam yang ada tulisannya Ikan Larangan. Dulu pas kecil aku dengar desas-desus ...
-
Hellloooooo, akhirnya blog ini terbuka lagi setelah vakum beberapa waktu. Mendisiplinkan diri untuk menulis memang sangat sudah dewasa in...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar