Jum'at, 30 Agustus 2013 hari terakhir kami di Pattaya. Dari malam sebelumnya kami sudah packing barang-barang agar pagi bisa langsung berangkat. Beruntung sekali kami karena diberikan tumpangan mobil hotel dengan gratis berkat Pi Nan juga. Perempuan yang baik dan ramah, kata Randika yang sering ngobrol ama dia. Katanya dia suka dan kagum dengan perempuan muslim berjilbab karena pasti wanita seperti itu adalah wanita berkualitas katanya (kalau ga salah sih gini). Juga, kata Pi Nan yang bertanggung jawab atas 49 kamar hanya 2 kamar yang kami tempati berlima yang pernah dia bersihkan selain itu belum pernah. Sedikit terharu jadinya :')
Kami usahakan check out sebelum jam 8 agar bisa perpisahan dulu ama Pi Nan yang selalu shift malam dan pulang jam 8 pagi. Ingat uang yang kami deposite 600 baht? ketika mau check out kami ambil lagi dan resepsionisnya ngasih kami 1000 baht. Entah dia yang salah ngitung atau gimana yang jelas kami untung 400 baht. Alhamdulillah.. :) Setelah administrasi dan salam-salam perpisahan selesai kami langsung naik ke mobil yang telah disediakan menuju ke Air Conditioned Bus Terminal Pattaya Bangkok. Tapi belum sampai di terminal, sopir yang mengandarai mobil yang kami tumpangi ditelfon sama resepsionis hotel katanya ada yang ketinggalan. Sopirnya ngasih telfon ke Randika (karena memang duduk disebelahnya), kata Randika ada gadget yang ketinggalan. Namun perasaan tak ada yang ketinggalan, namun daripada ga jelas kami balik lagi ke hotel. Ternyata apa yang ketinggalan? JAKET bukan Gadget. hahaha :D
Gb1. Bersama Pi Nan depan Coco Resort
Kami sampai di terminal hampir setengah 10, awalnya kami janjian dengan Putri dan Ica (anak UI) karena Alex udah pulang ke Indonesia duluan. Jadi daripada mereka berdua aja, cewek lagi jadi kami rencana bareng ke Bangkok. Tapi ternyata ga jadi, mereka naik travel ke Suvarnabumi sekalian nitip barang dulu baru jalan-jalan di Bangkok. Kalau kami naik bus ke terminal Monchit (dekat dengan Pasar Chatucak), Bus berangkat pukul 10.00 dengan ongkos 132 baht dan kami sampai di Bangkok sekitar pukul 12.30 karena macet.
Kami belum booking hotel di Bangkok tapi kami sudah cari-cari di internet dimana hotel yang murah yaitu di Khaosan Road maka pergilah kami kesana dengan taksi. Karena kami berlima jadi terpisah, saya dan Randika dalam 1 taksi; alul, asri dan dira 1 taksi juga. Sepanjang perjalanan menuju khaosan road kami melihat-lihat kota Bangkok yang kalau bagi saya pribadi bagus dan tertata rapi mungkin karena di pusat kotanya dan yang paling bikin saya kagum adalah bangunan-bangunan tua yang bisa dibilangterawat dengan baik dan masih gagah berdiri.
Sekitar 15 menit perjalanan kami sampai di Khaosan Road hanya dengan membayar 115 baht, ternyata naik taksi lebih murah daripada naik songtaew yang di Pattaya. Kami diturunkan didekat pos polisi, karena kami terpisah jadi susah ketemunya apalgi susah komunikasi. Sektar setengah jam menunggu dan kami kehausan, saya dan Randika beli jus alpukat dengan harga 60 baht yang kami kira rasanya sama dengan jus di Indonesia tapi ternyata rasanya -_-. Setelah ketemu dengan teman-teman yang lain kami langsung cari tempat makan terdekat yaitu McD sambil memulihkan tenaga untuk cari penginapan. Setelah makan Alul dan Randika cari penginapan yang murah sedangkan kami yang cewek-cewek jaga tas sambil istirahat. Akhirnya kami dapat penginapan seharga 550 baht semalam dan kami hanya menyewa semalam.
Setelah istirahat, sekitar jam 5 sore kami pergi jalan-jalan naik tuk-tuk (tuk-tuk dan songtaew itu beda, tuk-tuk lebih kayak bajaj) dengan tarif 80 baht sampai ke Chao Phra Ya River. Dalam fikiran saya kami akan naik perahu muter-muter sungai tapi ga jadi karena udah sore dan juga habis hujan, jadi kami hanya lihat sunset di sungai dan foto-foto.
Gb2. Chao Phra Ya River
Dari sungai kami jalan kaki muter-muter, sebenarnya banyak objek untuk foto tapi sayang karena udah malam semuanya jadi suram. Bangunan- bangunan disana bagus dan sangat banyak candi-candi, kalau siang sebenarnya bisa masuk. karena capek jalan-jalan kami duduk di halte dan kami coba-coba naik bus yang lewat ternyata gratis. Tanpa arah dan tujuan kami ikut aja kemana bus melaju, o ya bus di Bangkok hanya berhenti di halte ga sembarangan kayak di Jakarta. Sambil melihat-lihat kota Bangkok ternyata bus yang kami naiki itu arah ke MBK, jadi kami turun aja disana sekalian lihat-lihat tapi sebenarnya adalah untuk makan, lagi dan lagi kami makan fastfood kali ini makan di KFC. Selesai makan kami pisah, yang cowok entah kemana dan yang cewek juga kemana. Jam 10 malam kami keluar dari MBK karena juga udah tutup dan masih bingung mau kemana tapi kami naik bus aja, karena udah diatas jam 10 kami bayar bus nya 6.5 baht skitar 2500 rupiah lah.
Kami berhenti ditempat yang ada orang ramai aja, sebenarnya kami mau ke Asiatique The Riverfront yang katanya tempat paling gaul se Bangkok. Tapi sepanjang jalan-jalan kaki tadi kami tanya ga ada yang tau, makanya jalan-jalan ga jelas aja. Tapi karena udah capek jalan-jalan kami naik taksi ke Asiatique The Riverfront itu, ternyata jauh dari pusat kota pantesan tuk-tuk ga ada yang mau tapi walaupun jauh tarif taksinya cuma 100 baht. kata sopir taksinya Asiatique ini baru beroperasi baru sekitar setahun yang lalu, banyak orang Indonesia, Malaysia yang kesana. Didekat Asiatique ada mesjid yang lumayan besar mungkin disitu banyak muslimnya.
Akhirnya kami sampai juga di tempat paling gaul se-Bangkok, jadilah kami anak gaul Bangkok. haha :D namanya ASiatique The Riverfront yang memang didepan sungai letaknya, pertokoan modern atau mall mungkin kayak ciwalk yang di Bandung. Tapi disana ada bianglala gede banget, kami naik bianglala dengan tarif 1 orang 250 baht. Kami adalah penumpang terakhir karena emang udah tengah malam. Tapi tetap bagus pemandangan kota Bangkok malam itu, coba kalau siang pasti bagus juga dan juga bisa naik perahu.
Setalh capek foto-foto dan muterin Asiatique kami pulang sekitar pukul setengah 1 malam, naik taksi lagi sekitar setengah jam. Tengah malam begini terlihatlah sebenarnya kawasan apa Khaosan Road itu ternyata kayak Walking streetnya Pattaya. Kami yang berjilbab malu aja nginap di kawasan seperti, jalan sampai ke penginapan saya hanya tutupin muka karena malu padahal ga ada yang kenal.
kami istirahat dan ternyata AC dikamar kami mati, jadi kami harus lebih sabar malam ini karena besok akan shoping ke Chatucak.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar