Banyak kami temui orang Indonesia yang berbelanja di pasar ini, mulai dari yang udah berkeluarga (sepertinya) sampai yang remaja-remaja seperti kami (uhuk). Kami juga ketemu lagi dengan Shely, Faris dan Faiz. Pasar ini masih tradisional, bisa dibilang ini kayak pasar Tanah abang lah ya, yang kita sampai bingung mau beli apa. Setelah beberapa jam kami akhirnya pulang dengan membawa barang yang besar. kami pulang naik taksi lagi, memang seperti Tanah Abang beneran kayakny, kami pulang macet dan hampir di jalan satu setengah jam. Sama aja kayak Jakarta lah pokoknya, sampai saya di Taksi tidur.
Gb1. Chatuchak Weekend Market
Sampai di hotel kami langsung packing dan istirahat sebentar lalu cari makan keluar dan makan di KFC lagi. Setelah makan kami lanjut ke Southern Bus Terminal Bangkok, kami naik taksi lagi dan 2 taksi lagi karena barang kami sudah 2xlipat. Sekitar setengah jam akhirnya kami sampai di terminal tersebut, terminalnya bagus karena sekalian dengan mall jadi sambil nunggu bisa berangkat kita bisa belanja dulu.
Gb2. Di Southern Terminal Bangkok dengan barang yang sudah 2xlipat
Kami sampai di Hat Yai sekitar pukul 09.00 pagi, seperti terminal kebanyakan sudah banyak tukang angkut barang menunggu kita turun dari bus. Tapi mereka ga maksa cuma menawarkan, trus kami tanya dimana beli tiket buat ke KL dan dimana tempat makan dan mereka ngasih tau dengan lumayan jelas. Di hat Yai juga ada beberapa orang yang udah bisa bahasa melayu. Kami makan di warung orang arab entah India yang jelas kami makan cukup lahap disana dengan nasi pakai telor dan sup daging. Selesai makan kami langsung berangkat ke KL dengan bus seat 2-1 yang tarifnya 700 baht karena kami beli dari calo dan dadakan.
Perjalanan memakan waktu sekitar 10-12 jam, karena berangkat siang hari jadi perjalanan terasa menjemukan. Sampai di perbatasan Thailand-Malaysia semua penumpang disuruh turun untuk urus imigrasi, kami yang masih belum sadar seutuhnya bingung dan setelah sopirnya marah-marah suruh kami baru ngeh, sopirnya ga jelas juga sih ngomongnya. Cuma sebentar, setelah selesai urusan imigrasi kami balik lagi ke bus dan jalan lagi dan turun lagi untuk imigrasi yang di Malaysia. antrinya lumayan banyak, tiba di giliran saya agak ga lancar sya disuruh ke kantor pimpinannya. Entah karena baru pertama kali masuk Malaysia atau gimana ga tau juga. Ya udah saya ikut aja lalu ke kantornya. Disana ditanya-tanya, mau kemana, ngapain, tempat siapa, dalam rangka apa, dll. Pak CIk itu lihat jari saya yang berinai jadi saya dikira udah nikah.-_- Selesai tanya-tanya itu, saya udah disuruh pergi aja. Saya bingung apa salah saya. -_-
Di bus ada lelaki paruh baya orang Thailand tapi bisa bahasa melayu dan mungkin istrinya orang Aceh. kami banyak cakap-cakap dengan bapak itu tapi sayang lupa namanya. Kami sampai di KL tepatnya di terminal Pudu Raya pukul 10 malam dengan perut yang sangat lapar dan kami langsung cari penginapan yang paling murah lalu makan. Ada namanya, Pak Lim karyawan sebuah hotel yang menawarkan kepada kami hotel yang lumayan murah jadi kami nginap disana sebenarnya bukan nginap cuma nitip barang aja karena setelah naro barang kami langsung berkeliaran di KL.
Gb3. Kuala Lumpur di tengah malam
Kami keluar dari hotel sekitar jam setengah 12 malam untuk makan lalu lanjut jalan-jalan. Kenapa jalan-jalan tengah malam? karena besok siang Asri dan Dira udah balik ke Padang, jadi kami harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Kami jalan kaki menuju KLCC, ditengah jalan ketemu bule mabuk yang lucu. Memang kurang bagus ke KLCC tengah malam karena lampus twin tower itu ga nyala jadi kalo foto kurang bagus. Kami sampai di hotel sekitar pukul 4 pagi dan langsung tepar..


