Kesehatan merupakan hal yang sangat penting dalam
kehidupan. Namun sayangnya, masih ada masalah kesehatan yang terabaikan
atau belum maksimal dituntaskan. Kemiskinan, pendidikan
rendah,pengetahuan kurang memberi kontribusi terhadap meningkatnya
masalah kesehatan yang ada khususnya di Indonesia.
Ditengah hiruk pikuk kota, gemerlap kehidupan orang kota disisi-sisi
mereka terdapat kehidupan yang sangat berlawanan. Si kaya dan si miskin,
si pendidikan tinggi dan si pendidikan rendah. banyak sekali ditemui di
negeri ini.
Pondok Aren merupakan salah satu kecamatandan kelurahan yang ada di
Tangerang Selatan, walau lumayan jauh dai pusat kota Jakarta namun
sangat dekat Bintaro. Kita tau sendirilah Bintaro seperti apa.
Selama berada di Pondok Aren, berkoordinasi dengan pihak Puskesmas, saya
dan teman-teman melakukan penelitian tentang masalah kesehatan yang
ada di wilayah kerja puskesmas yaitu Pondok Aren dan Pondok Jaya. Walau
penyakit tertinggi yang ditangani puskesmas adalah ISPA tapi tingkat
keparahanyya tidak besar, namun ada penyakit-penyakit yangparah dan
menular.
Seperti TB paru, bisa dimasukkan dlamkatogori penyakit yang banyak ada
di puskesmas. Yang ditangani puskesmas disini saja sudah 46 orang ,
mereka yang sudah positiv TB BTA positiv. 46 orang itu sudah banyak,
belum lagi yang terlapor dan tercatat di puskesmas. Padahal kita tau
sendiri, TB Paru sangat mudah menular, hanya dari bersin/batuk
penderita bisa menularkan ke orang lain.
Yang saya lihat disini, juga berdasarkan data dari kelurahan dan
puskesmas masyarakat disekitar sini memang dalam kategori ekonomi
menengah kbawah dan pendidikan menengah kebawah. Ada rumah yang tanpa
jendela dan ventilasi sehingga matahari tidak bisa masuk, ada rumah yang
sangat kecil sekali, ada rumah yang sangat padat isinya. hal-hal ini
sangat meningkatkan kasus TB paru masih ada sampai sekarang.
Memang Provinsi Banten merupakan no 4 di Indonesia dengan kasus Tb
Parunya. Namun sangat miris rasanya ketika kasus itu berada di wilayah
yang sangat dekat dengan kota, pemerintahan. Tapi itulah relaita
kehidupan yang sebenarny bisa dihindari.
lalu apa peran tenaga kesehatan yang ada? puskesmas? pemerintah?
Sebenarnya sudah ada program nasional penanggulangan TB Paru oleh
pemerintah, mungkinkarena kurang SDM dan perhatian jadi kurang maksimal
programnya.
Mencari kasus TB Paru relatif lebih gampang daripada mencegahnya. Saya
dan teman-teman sudah menemukan beberapa kasus baru didaerah ini, namun
masih bingung program apa yang bisa mencegah kasus ini semakin
bertambah. Ada program yang sangat bagus dan berkelanjutan namun sangat
butuh dana banyak. Untuk penyuluhan kesehatan pasti dilakukan, dimulai
dari memberi pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan
sehingga mereka bisa mengubah perilaku tida sehat menjadi sehat.
apa yang sebaiknya kami lakukan agar kasus ini segera hilang?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar