Rabu, 09 Oktober 2013

Kuala Lumpur ke Singapore dengan sleeper train

Pagi ini kami diajak Pak Lim untuk sarapan di kantin Maybank (Malaysia Bank), sekitar jam 8 kami keluar setelah beres-beres. Maybank memang dekat penginapan kami, disana Pak Lim ngasih tau dimana yang makanan enak dan yang jual orang Indonesia. Saya coba beli ke mba yang orang jawa dengan sedikit sok saya ngomong pakai bahasa jawa, mumpung ga ada yg kenal. :D

Orangnya baik, udah dari tahun 1987 mba itu di Malaysia dan buka usaha itu bersama orangtuanya. Beruntungnya kami pagi itu, kami makan berlima dengan nasi lemak + capucino cuma 15 ringgit. Kata mba nya harga untuk sesama orang Indonesia, lumayan bagi kami dapt diskonan seperti itu. Setelah makan dan ngobrol-ngobrol dengan Pak Lim, kami bersiap ke China Town sekedar untuk beli oleh-oleh dan lihat-lihat. kami kesana jalan kaki aja karena dekat.  Tapi ternyata, kalau di KL toko bukanya jam 10, jadi pas kami kesana masih sedikit sekali yang buka.

Dira dan Asri akan balik ke Padang hari ini sekitar pukul 2 waktu Kuala Lumpur. Jadi setelah dari China town kami langsung menuju bandara, LCCT Kuala Lumpur. Waktu tempuh sekitar 1 jam, awalnya kami akan naik bus aja kesana dengan tarif antara 8-9 ringgit. Karena udah kepepet jadi deh kami naik taksi ke LCCT dengan tarif 10x lipat, semoga sopir itu cepat naik haji. Aamiin

Tibalah masanya kami berpisah dengan Dira dan Asri, agak sedih-sedih gimana gitu padahal kami baru kenal. Ada sesuatu yang hilang rasanya ketika mereka berdua pulang ke Padang. Bagi saya, walaupun baru kenal tapi kami telah mengukir kenangan bersama.

Setelah mereka terbang ke Padang, kami kembali ke Kuala Lumpur

Sabtu, 05 Oktober 2013

Akhir pekan di Bangkok: Chatucak Weekend Market , Go to Hat Yai and Kuala Lumpur

Sabtu 31 Agustus 2013, sesuai rencana kami pergi ke pasar Chatucak untuk beli oleh-oleh. Kami berangkat jam 8 pagi dan sampai setengah jam kemudian, masih belum banyak toko yang buka dan masih sepi. Tapi kami tetap bersemangat untuk belanja, di pasar ini kami tidak banyak foto-foto kami hanya fokus belanja. Beli gantungan kunci, buku, tas, kaos  dll yang bikin pusing dan capek karena kami belum sarapan.

Banyak kami temui orang Indonesia yang berbelanja di pasar ini, mulai dari yang udah berkeluarga (sepertinya) sampai yang remaja-remaja seperti kami (uhuk). Kami juga ketemu lagi dengan Shely, Faris dan Faiz. Pasar ini masih tradisional, bisa dibilang ini kayak pasar Tanah abang lah ya, yang kita sampai bingung mau beli apa. Setelah beberapa jam kami akhirnya pulang dengan membawa barang yang besar. kami pulang naik taksi lagi, memang seperti Tanah Abang beneran kayakny, kami pulang macet dan hampir di jalan satu setengah jam. Sama aja kayak Jakarta lah pokoknya, sampai saya di Taksi tidur.
Gb1. Chatuchak Weekend Market

Sampai di hotel kami langsung packing dan istirahat sebentar lalu cari makan keluar dan makan di KFC lagi. Setelah makan kami lanjut ke Southern Bus Terminal Bangkok, kami naik taksi lagi dan 2 taksi lagi karena barang kami sudah 2xlipat. Sekitar setengah jam akhirnya kami sampai di terminal tersebut, terminalnya bagus karena sekalian dengan mall jadi sambil nunggu bisa berangkat kita bisa belanja dulu.
Gb2. Di Southern Terminal Bangkok dengan barang yang sudah 2xlipat

Tujuan kami sekarang adalah Kuala Lumpur via jalur darat dan untuk sampai ke KL kami harus menempuh perjalanan sekitar 30 jam. Dari Bangkok ga ada yang langsung ke KL, harus transit dulu di Hat Yai. Perjalanan dari Bangkok ke Hat Yai sekitar 12-14 jam, kami berangkat pukul 6 sore dan sampai pukul 9 pagi esok harinya. Ongkosnya 580 baht per orang, busnya tingkat 2. Sepanjang perjalanan saya hanya tidur dan tidur karena memang malam juga. Bus berhenti di rumah makan gitu tapi kami ga makan karena takut makanannya ga enak kami hanya numpang sholat, disana disediakan mushala yang cukup luas. Saya lihat sarung yang ada disana adalah sarung samarinda yang licin itu, ternyata go Internasional juga. :D

Kami sampai di Hat Yai sekitar pukul 09.00 pagi, seperti terminal kebanyakan sudah banyak tukang angkut barang menunggu kita turun dari bus. Tapi mereka ga maksa cuma menawarkan, trus kami tanya dimana beli tiket buat ke KL dan dimana tempat makan dan mereka ngasih tau dengan lumayan jelas. Di hat Yai juga ada beberapa orang yang udah bisa bahasa melayu. Kami makan di warung orang arab entah India yang jelas kami makan cukup lahap disana dengan nasi pakai telor dan sup daging. Selesai makan kami langsung berangkat ke KL dengan bus seat 2-1 yang tarifnya 700 baht karena kami beli dari calo dan dadakan.

Perjalanan memakan waktu sekitar 10-12 jam, karena berangkat siang hari jadi perjalanan terasa menjemukan. Sampai di perbatasan Thailand-Malaysia semua penumpang disuruh turun untuk urus imigrasi, kami yang masih belum sadar seutuhnya bingung dan setelah sopirnya marah-marah suruh kami baru ngeh, sopirnya ga jelas juga sih ngomongnya. Cuma sebentar, setelah selesai urusan imigrasi kami balik lagi ke bus dan jalan lagi dan turun lagi untuk imigrasi yang di Malaysia. antrinya lumayan banyak, tiba di giliran saya agak ga lancar sya disuruh ke kantor pimpinannya. Entah karena baru pertama kali masuk Malaysia atau gimana ga tau juga. Ya udah saya ikut aja lalu ke kantornya. Disana ditanya-tanya, mau kemana, ngapain, tempat siapa, dalam rangka apa, dll. Pak CIk itu lihat jari saya yang berinai jadi saya dikira udah nikah.-_- Selesai tanya-tanya itu, saya udah disuruh pergi aja. Saya bingung apa salah saya. -_-

Di bus ada lelaki paruh baya orang Thailand tapi bisa bahasa melayu dan mungkin istrinya orang Aceh. kami banyak cakap-cakap dengan bapak itu tapi sayang lupa namanya. Kami sampai di KL tepatnya di terminal Pudu Raya pukul 10 malam  dengan perut yang sangat lapar dan kami langsung cari penginapan yang paling murah lalu makan. Ada namanya, Pak Lim karyawan sebuah hotel yang menawarkan kepada kami hotel yang lumayan murah jadi kami nginap disana sebenarnya bukan nginap cuma nitip barang aja karena setelah naro barang kami langsung berkeliaran di KL.
Gb3. Kuala Lumpur di tengah malam

Kami keluar dari hotel sekitar jam setengah 12 malam untuk makan lalu lanjut jalan-jalan. Kenapa jalan-jalan tengah malam? karena besok siang Asri dan Dira udah balik ke Padang, jadi kami harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Kami jalan kaki menuju KLCC, ditengah jalan ketemu bule mabuk yang lucu. Memang kurang bagus ke KLCC tengah malam karena lampus twin tower itu ga nyala jadi kalo foto kurang bagus. Kami sampai di hotel sekitar pukul 4 pagi dan langsung tepar..

Sekitar Bangkok : Khaosan Road, Chao Phra Ya River and Asiatique The Riverfront

Jum'at, 30 Agustus 2013 hari terakhir kami di Pattaya. Dari malam sebelumnya kami sudah packing barang-barang agar pagi bisa langsung berangkat. Beruntung sekali kami karena diberikan tumpangan mobil hotel dengan gratis berkat Pi Nan juga. Perempuan yang baik dan ramah, kata Randika yang sering ngobrol ama dia. Katanya dia suka dan kagum dengan perempuan muslim berjilbab karena pasti wanita seperti itu adalah wanita berkualitas katanya (kalau ga salah sih gini). Juga, kata Pi Nan yang bertanggung jawab atas 49 kamar hanya 2 kamar yang kami tempati berlima yang pernah dia bersihkan selain itu belum pernah. Sedikit terharu jadinya :')

Kami usahakan check out sebelum jam 8 agar bisa perpisahan dulu ama Pi Nan yang selalu shift malam dan pulang jam 8 pagi. Ingat uang yang kami deposite 600 baht? ketika mau check out kami ambil lagi dan resepsionisnya ngasih kami 1000 baht. Entah dia yang salah ngitung atau gimana yang jelas kami untung 400 baht. Alhamdulillah.. :) Setelah administrasi dan salam-salam perpisahan selesai kami langsung naik ke mobil yang telah disediakan menuju ke Air Conditioned Bus Terminal Pattaya Bangkok. Tapi belum sampai di terminal, sopir yang mengandarai mobil yang kami tumpangi ditelfon sama resepsionis hotel katanya ada yang ketinggalan. Sopirnya ngasih telfon ke Randika (karena memang duduk disebelahnya), kata Randika ada gadget yang ketinggalan. Namun perasaan tak ada yang ketinggalan, namun daripada ga jelas kami balik lagi ke hotel. Ternyata apa yang ketinggalan? JAKET bukan Gadget. hahaha :D
Gb1. Bersama Pi Nan depan Coco Resort

Kami sampai di terminal hampir setengah 10, awalnya kami janjian dengan Putri dan Ica (anak UI) karena Alex udah pulang ke Indonesia duluan. Jadi daripada mereka berdua aja, cewek lagi jadi kami rencana bareng ke Bangkok. Tapi ternyata ga jadi, mereka naik travel ke Suvarnabumi sekalian nitip barang dulu baru jalan-jalan di Bangkok. Kalau kami naik bus ke terminal Monchit (dekat dengan Pasar Chatucak), Bus berangkat pukul 10.00 dengan ongkos 132 baht dan kami sampai di Bangkok sekitar pukul 12.30 karena macet. 
Kami belum booking hotel di Bangkok tapi kami sudah cari-cari di internet dimana hotel yang murah yaitu di Khaosan Road maka pergilah kami kesana dengan taksi. Karena kami berlima jadi terpisah, saya dan Randika dalam 1 taksi; alul, asri dan dira 1 taksi juga.  Sepanjang perjalanan menuju khaosan road kami melihat-lihat kota Bangkok yang kalau bagi saya pribadi bagus dan tertata rapi mungkin karena di pusat kotanya dan yang paling bikin saya kagum adalah bangunan-bangunan tua yang bisa dibilangterawat dengan baik dan masih gagah berdiri.

Sekitar 15 menit perjalanan kami sampai di Khaosan Road hanya dengan membayar 115 baht, ternyata naik taksi lebih murah daripada naik songtaew yang di Pattaya. Kami diturunkan didekat pos polisi, karena kami terpisah jadi susah ketemunya apalgi susah komunikasi. Sektar setengah jam menunggu dan kami kehausan, saya dan Randika beli jus alpukat dengan harga 60 baht yang kami kira rasanya sama dengan jus di Indonesia tapi ternyata rasanya -_-. Setelah ketemu dengan teman-teman yang lain kami langsung cari tempat makan terdekat yaitu McD sambil memulihkan tenaga untuk cari penginapan. Setelah makan Alul dan Randika cari penginapan yang murah sedangkan kami yang cewek-cewek jaga tas sambil istirahat. Akhirnya kami dapat penginapan seharga 550 baht semalam dan kami hanya menyewa semalam. 
Setelah istirahat, sekitar jam 5 sore kami pergi jalan-jalan naik tuk-tuk (tuk-tuk dan songtaew itu beda, tuk-tuk lebih kayak bajaj) dengan tarif 80 baht sampai ke Chao Phra Ya River. Dalam fikiran saya kami akan naik perahu muter-muter sungai tapi ga jadi karena udah sore dan juga habis hujan, jadi kami hanya lihat sunset di sungai dan foto-foto.
Gb2. Chao Phra Ya River
Dari sungai kami jalan kaki muter-muter, sebenarnya banyak objek untuk foto tapi sayang karena udah malam semuanya jadi suram. Bangunan- bangunan disana bagus dan sangat banyak candi-candi, kalau siang sebenarnya bisa masuk. karena capek jalan-jalan kami duduk di halte dan kami coba-coba naik bus yang lewat ternyata gratis. Tanpa arah dan tujuan kami ikut aja kemana bus melaju, o ya bus di Bangkok hanya berhenti di halte ga sembarangan kayak di Jakarta. Sambil melihat-lihat kota Bangkok ternyata bus yang kami naiki itu arah ke MBK, jadi kami turun aja disana sekalian lihat-lihat tapi sebenarnya adalah untuk makan, lagi dan lagi kami makan fastfood kali ini makan di KFC. Selesai makan kami pisah, yang cowok entah kemana dan yang cewek juga kemana. Jam 10 malam kami keluar dari MBK karena juga udah tutup dan masih bingung mau kemana tapi kami naik bus aja, karena udah diatas jam 10 kami bayar bus nya 6.5 baht skitar 2500 rupiah lah. 

Kami berhenti ditempat yang ada orang ramai aja, sebenarnya kami mau ke Asiatique The Riverfront yang katanya tempat paling gaul se Bangkok. Tapi sepanjang jalan-jalan kaki tadi kami tanya ga ada yang tau, makanya jalan-jalan ga jelas aja. Tapi karena udah capek jalan-jalan kami naik taksi ke Asiatique The Riverfront itu, ternyata jauh dari pusat kota pantesan tuk-tuk ga ada yang mau tapi walaupun jauh tarif taksinya cuma 100 baht. kata sopir taksinya Asiatique ini baru beroperasi baru sekitar setahun yang lalu, banyak orang Indonesia, Malaysia yang kesana. Didekat Asiatique ada mesjid yang lumayan besar mungkin disitu banyak muslimnya.

Akhirnya kami sampai juga di tempat paling gaul se-Bangkok, jadilah kami anak gaul Bangkok. haha :D namanya ASiatique The Riverfront yang memang didepan sungai letaknya, pertokoan modern atau mall mungkin kayak ciwalk yang di Bandung. Tapi disana ada bianglala gede banget, kami naik bianglala dengan tarif 1 orang 250 baht. Kami adalah penumpang terakhir karena emang udah tengah malam. Tapi tetap bagus pemandangan kota Bangkok malam itu, coba kalau siang pasti bagus juga dan juga bisa naik perahu.
Gb3. Asiatique The Riverfront

Setalh capek foto-foto dan muterin Asiatique kami pulang sekitar pukul setengah 1 malam, naik taksi lagi sekitar setengah jam. Tengah malam begini terlihatlah sebenarnya kawasan apa Khaosan Road itu ternyata kayak Walking streetnya Pattaya. Kami yang berjilbab malu aja nginap di kawasan seperti, jalan sampai ke penginapan saya hanya tutupin muka karena malu padahal ga ada yang kenal.
kami istirahat dan ternyata AC dikamar kami mati, jadi kami harus lebih  sabar malam ini karena besok akan shoping ke Chatucak.

Solo Travel : Cara Hemat dari Solok Ke BIM ( Bandara International Minangkabau)

Halo semuanya, akhirnya bisa nulis lagi disini karena baru ada yang mau di posting dan sedang ada niat :D Okey, 2 minggu lalu saya berkesemp...