Rabu, 10 Juli 2013

Rindu Ramadhan di Kampung

Ramdhan 1434 H, kali ini dalam dua versi lagi. Antara Muhammadiyah dan Pemerintah. Namun saya tak terlalu mempedulikan, karena perbedaan itu memang selalu ada. Muhammadiyah dengan keyakinannya sendiri dan pemerintah begitu juga. Walaupun begitu mereka saling menghargai.

Tapi bukan itu yang akan saya bahas ditulisan kali ini, karena tidak begitu memahaminya. Ramadhan tahun ini adalah ramadhan keenam di negri orang, ramadhan keempat tanpa Ayah. cepat sekali rasanya waktu berlalu, perasaan saya masih gadis kecil yang sekolah di 'makola' tsanawiyah. Tapi sekarang udah jadi mahasiswa tingkat empat. Alhamdulillah...:)

Rindu suasana ramadhan di kampung, Nagari Saniangbaka Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok. Saya lebih nyaman menjadi gadis kampung, tinggal dikampung yang asri sangat menyenangkan walau kulit menjadi hitam. :D
Gambar 1. Mesjid Raya Saniang Baka


Ramadhan dikampung selalu seru, sholat tarawih berjama'ah di Mesjid Raya yang lumayan jauh letaknya dari rumah. Padahal banyak mushala disekitar rumah, namun sholat di mesjid raya puya nuansa berbeda. Tapi kalau tidak terburu untuk ke Mesjid Raya, kami sholat di mushola sekitar rumah saja.Sholat tarawih di mushola makola juga menyenangkan karena bisa bertemu teman-teman disana.

Yang mengesankan dan merindukan adalah ketika habis sholat tarawih selalu 'berburu' makanan/jajanan bersama-sama, makanan yang jarang dimakan sehari-hari. Karena pas ramadhan ada aja yang jualan. Ada juga, yang habis tarawih langsung pergi dengan teman lelakinya (bagi yang punya) yang sebelumnya sudah janjian. Hal tersebut kami sebut Asmara Tarawih. :D

Ada Asmara Tarawih ada pula asmara shubuh, setelah sahur kami bersiap untuk sholat shubuh berjamaah di mesjid atau mushola. Setelah itu kami langsung pergi jogging ke Pinang atau Sumani. Biasanya anak lelaki membawa petasan dan melemparkannya kepada anak perempuan. Tapi jarang pula ada anak perempuan yang iseng. Lagi, selalu ada yang curi-curi kesempatan untuk 'pacaran' walau tak lama.

Sesuatu yang sederhana dan mungkin kalau diceritakan kepada orang tidak menarik tapi selalu menarik di hati dan selalu merindukan. Karena jiwa kampung yang tak pernah hilang, ingin selalu dekat namun belum bisa. Seindah-indahnya ramadhan di negeri orang tak akan ada yang seindah di kampung kelahiran sendiri..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Solo Travel : Cara Hemat dari Solok Ke BIM ( Bandara International Minangkabau)

Halo semuanya, akhirnya bisa nulis lagi disini karena baru ada yang mau di posting dan sedang ada niat :D Okey, 2 minggu lalu saya berkesemp...