Jumat, 14 Juni 2013

Unforgetable Moment Part III : Bagadang

Beranjak ke memori berikutnya, sekarang saya mau posting kenangan waktu 'Bagadang' di Pantai dewi. Lagi - lagi perempuan yang ikut serta sedikit. Bagadang adalah kegiatan makan bersama, didahului belanja, masak bersama terlebih dahulu. Secara tidak langsung bagadang adalah usaha untuk mempertahankan kehidupan secara bersama-sama. Kalau tidak bersama-sama, itu akan sedikit sulit. (Pengertian saya sendiri. Lebay ya?) Pantai Dewi adalah, sebuah tepian danau bukan tepian laut. Kenapa namanya pantai dewi, konon katanya ada seorang perempuan bernama Dewi yang meninggal di sekitar situ. 
Waktu itu kami masak, 'samba buruk' yang biasa di pagadangkan. Karena murah meriah dan gampang dibuat, seperti tahu, kentang, teri, jengkol (bagi yang cowok). Itu digoreng dan dicampur semua dengan cabe giling merah. Tak ada sayur, karena memang tak ada yang terlalu berminat. Paling tambahannya kerupuk, karupuk silungkang. Walaupun sederhana, tapi itu sangat berkesan..:)
Gambar 1. Sebuah Pondok di Pinggir Danau yang jadi 'Basecamp' bagadang kami
Gambar 2. Sebelum dimasak berasnya dicuci dulu

Gambar 3. Karena air di pinggir agak kotor, jadi ambil air yg bersih agak ketengah danau

Gambar 4. Bagaya ciek lu, mangubak kantang harus kamek..:D

Gambar 5.6 Goreng Tahu dengan tungku seadanya dan Naro tahunya juga seadanya. Tak ada piring daun pisangpun jadi
gambar 7. Yes, mari makan... :)
Gambar 8. Tagantuang suok wak dipotoe ju..:(
Gambar 9. Duo Pinyangek, yang beda sahari lahia e ..


Gambar 10. Fikri, Ronald, Irsyad, Fiqri, Seza
gambar 11. Nan karajo, karajo ju. Nan narsis, narsis ju
Setelah dipikir-pikir, budaya bagadang yang sudah ada sejak jaman dulu ini mengajarkan kita untuk bekerja sama dalam melakukan sesuatu. Sekaligus untuk mempererat pertemanan yang ada. Bagi orang yang merantau, hal seperti ini akan selalu dinanti ketika sudah pulang kampung. Bukan karena masakannya, tapi lebih kepada nuansa kekeluargaan yang tercipta saat bagadang itu.


Unforgetable Moment Part II : Aia Tajun Pinang

Melanjutkan postingan yang sebelumnya, kemaren posting tentang teman-teman di sekolah. sekarang akan posting tentang perjalanan kami ke Waterfall/Aia Tajun di Pinang. Pinang adalah suatu nama daerah di nagari Saniang Baka, agak jauh dari pusat kenagarian. Kenapa namanya pinang? entah saya pun tak tau. Mungkin dulu disana banyak pohon pinang kali. :D

Nah, saat itu kami kelas 3 MTs setelah UN tak ada lagi jadwal ke sekolah. Kami berinisiatif untuk menikmati liburan dengan pergi ketempat yang belum pernah kami kunjungi. Waktu itu yang pergi bersembilan orang saja karena teman-teman yang lain sibuk entah mengapa. Terdiri dari 6 orang cowok dan 3 orang cewek, saya salah satu dari 3 wanita itu.
Gambar 1. Dari sebelah kiri yaitu Reqi, Dendi, Aulia, Saya, Novi, Fauzan, Fiki dan Ronald. 
Yang motoin waktu itu si Fikri. Waktu itu kami berangkat udah lumayan siang, sekitar jam 9 atau 10 lah. Kami membawa bekal seadanya, karena tak terlalu direncanakan perjalanan ini sehingga yang ikut hanya sedikit. Saya lupa, kami menuju jalan masuk ke air terjun itu naik apa, entah angkot entah motor. Setelah itu kami baru berjalan kami, menyusuri sawah, sungai dan lembah. :D
Pas di persawahan, ada bapak-bapak yang menegur kami bukan hanya menegur tapi juga melarang kami untuk pergi ke air terjun tersebut. Katanya ada anak harimau disana, tapi kami tetap melanjutkan perjalanan karena sudah terlanjur kesana.
Perjalanan dari pinggir jalan raya menuju air terjun tak begitu lama, tidak lebih dari 1 jam. Walaupun medannya agak sulit apalagi bagi perempuan tapi kami tetap sampai disana dengan selamat.
Gambar 2. Para lelaki tangguh waktu itu, sekarang ga tau ya.. :D
Gambar 3. Ini Aulia Rusda, sekarang kuliah di UMMY Solok dan jadi TU di sekolah kami dulu.
Gambar 4 . Ini Hervina Ahmad EL-Gubh, yang doyan berpetualang (baca: malala). Sekarang di UIN Jakarta.. :D
Gambar 5. Itu si Novi dengan mamaknya si Dendi. Apakah kalian masih seharmonis ini? :D

Gambar 6. kami harus melewati batu-batu yang besar untuk menuju air terjun.

Gambar 7. Yeee akhirnya sampai ..:D
Gambar 8. Air terjun nya kecil
Air terjunnya tak terlalu deras dan besar karena kami pergi pas musim panas jadi agak kurang sempurna kecantikannya. Tapi, beruntung juga pas musim panas karena jalan menuju kesana tidak terlalu licin. Pas musim panas saja melewati batu-batu itu saja sudah bikin 'tasileper' apalagi pas musim hujan 'cungak-cungak' nanti karena jatuh. 

Gambar 9. Masih imut-imut ya :D
Gambar 10. (isi sendiri)
gambar 11. Mandi-mandi

Gambar 12. Selesai makan , Yang cowok2 pada mandi dulu setelah itu makan bareng
gambar 13. (silakan komen sendiri)


Mungkin bisa dibilang norak jika saya berkata seperti ini, saya bangga dan bahagia di lahirkan di sebuah desa yang indah dan dengan teman-teman yang sangat menyenangkan memberikan pengalaman indah yang tak akan pernah terlupa. Aku rindu kalian..:)

Minggu, 09 Juni 2013

Unforgetable Moment Part 1 : Perpisahan Makola

Masa-masa MTs, momen tak akan terlupakan. Begitu indah, terlalu sempurna untuk kisah masa remaja.
Itu Saya, Novi, Ela, Tari, Buk Ratna Juwita, Hanifah. Rindu pakai lilik (mudawarah), khas nya sekolah islam di Sumatera Barat. Dari jaman sebelum ibu saya sekolah di MTs itu sampai sekarang, murid-murid perempuan masih tetap pakai lilik setiap senin-jum'at. Kalau hari sabtu pakai jilbab biasa yang segiempat.
Nah, itu makanan yang sangat merindukan. Nasi ramas, waktu perpisahan yang sangat menyedihkan itu (bukan karena perpisahannya tapi karena acaranya tidak seperti yang diharapkan karena beberapa hal). Tapi walaupun begitu, kami sangat menikmati kebersamaan saat itu.
 (Fina Febrianti, Hervina, Amelia Bestari, Ela Puspita, Asevia Yumita, Haqimah Rahmah Sari)
Kalo hari sabtu pake ini nih, seragam pramuka yang tak seragam..:D Karena bahan baju beli sendiri atau warisan dari saudara, bukan dari sekolah. Mengingat masyarakat nagari termasuk ekonomi menengah kebawah jadi untuk meringankan beban dibebaskan untuk pakai seragam apapun asalkan masih bisa dibilang seragam pramuka..:D
Kalau dulu, bisa dibilang kami itu 'induk angkang' e makola...:D Paling rusuh, mada, sampai kanai kasus berkali-kali, sampai panggia urang tuo bagai.:D
Itu yang didepan yg agak gemuk namanya Vinni Oksyafalina, biasa dipanggil nana (sama kayak panggilan saya kalo dirumah), yang pegang hp namanya Anisa Siska atau cawak..:D, saya (Vina gadang dari Gobah, Fina kecilnya yang foto diatas tadi). Hanifah Putri, rumahnya dekat makola. Kalo dzuhur biasanya wudhu dirumahnya biar ga antri di sekolah. Eriza Rizka atau Katik, pamalu tapi sekarang kayaknya ga lagi.:D Dia yang bikin saya kurus selama sekolah disana, keseringan dipukul kalo dia lagi gemes. :( :D Kemudian Ela Puspita atau labi :D, entah sekarang masih ada yang panggil begitu. anaknya nitus dan pak kompor yang jual nasi goreng dekat SD 12 Balaigadang. Terakhir Amelia Bestari atau amak :D, anak amak kemana-mana ga boleh sama neneknya. Jadi harus bohong-bohong dikit kalo aja dia main.:D

Masih wajah-wajah kampung nan lugu, adik-adik kelas yang lumayan dekat dulu. Sekarang udah gaul boo... :P
Tia, sekarang di Tj. Priuk tempat kakaknya. Diana, tak tau kabarnya. Puja, kabarnya baru diterima di Unand jurusan Hukum. I'm Proud Of You,:) Terakhir Lisa, kuliah di IAIN Imam Bonjol Padang.

Beliau ini, Kepala Sekolah kami. RIdwan Husein namanya, angku kali yang tukang nikahin orang. Ntar kalo saya nikah juga beliau yang nikahin. :D Anak yang digendong beliau itu namanya Amin kalo ga salah, anak salah satu guru di sekolah, Reginal Maukar namanya. Guru bahasa arab.
M. Fikri Nurmansyah...!!! Apa kabarmu sekarang??? Sahabat dan teman. Pole si Rendy .. haha :D Kabar terakhir fikri di Bali, tapi jarang kontak.
Ini Rendy, Rendy Febrianto. Sekarang kuliah di UAI Jakarta. Anak pak sober, adiknya siska alfionita.

bersambung ke postingan berikutnya..:)



Solo Travel : Cara Hemat dari Solok Ke BIM ( Bandara International Minangkabau)

Halo semuanya, akhirnya bisa nulis lagi disini karena baru ada yang mau di posting dan sedang ada niat :D Okey, 2 minggu lalu saya berkesemp...