Rabu, 10 Juli 2013

Kenyamanan Itu Mahal....!!!


 Gambar 1. Pemandangan dari atas pesawat
Libur telah tiba, hore hore.. :D Setelah berbulan-bulan kuliah akhirnya libur panjang juga. Seperti tahun sebelumnya, liburan kali ini saya harus ke Jawa bukan ke Sumatera. Magetan dan Madiun tepatnya. Di Magetan ketempat ibu dan Madiun ke tempat kakak, juga kota tempat sekolah MA selama 2 tahun.

Tahun-tahun sebelumnya saya berangkat ke Jawa dengan bis, yang harganya relatif lebih murah. Tarif bis Ac tahun kemarin 130ribu kalau beli ke tempat bisnya langsung tapi 180ribu kalau beli tiketnya di terminal. Jauh banget ya bedanya -_- , saya hanya berdoa orang yang jual tiket cepat naik haji. Aamiin
Gambar 2. Pemandangan dari pesawat

Nah, liburan kali ini saya coba untuk naik pesawat. Memang tak ada penerbangan komersil ke Magetan jadi saya harus ke Solo baru ke Magetan. Jika naik bis, bisa memakan waktu sekitar 15jam perjalanan bahkan lebih kalau macet. Mungkin ongkos bis juga naik karena naiknya BBM, mungkin bisa 200ribu kali ya.

Jika naik bis, harus siap2 mental karena bepergian sendiri. Syukur kalau bisnya banyak ceweknya dan bisa duduk disebelah cewek. Kalau isi bisnya mayoritas lelaki, kamu harus selalu waspada. Karena kejahatan tidak hanya karena niat pelakunya tapi juga karena adanya kesempatan. Waspadalah waspadalah.. :D

Biasanya, dengan menggunakan bis itu diberi makan 1x. Ya makanan ala kadarnya lah ya, kalau telat, siap-siap makan sisa. Yang pasti kalau naik bis ke Jawa harus siap pegal karena duduk terlalu lama.Tepos pantatnya..-__-

Setelah dipikir-pikir karena nak pesawat biayanya tidak terlalu mahal, akhirnya saya memutuskan untuk naik pesawat dengan merelakan uang jajan  (sekarang ga punya uang ). Saya dapat tiket seharga Rp 360.000,- untuk Jakarta-Solo . Lumayan sih daripada lumanyun :p
Dari Ciputat ke Pasar Jum'at ongkosnya Rp3.000 dengan angkot, dari ciputat ke Bandara naik Damri dengan tarif (masih) Rp 25.000,- . Bayar pajak bandara Rp 40.000,-
Gambar 3. Bandara Adi Sumarmo Solo

Waktu tempuh Jakarta - Solo dengan Pesawat hanya sekitar 40-55 menit. Coba bandingkan dengan 15 jam perjalanan naik bis. Kalau pesawat murah pasti semua orang akan memilih naik pesawat. Sesampainya di bandara Adi Sumarmo Solo, kemudian naik taksi menuju Terminal Tirtonadi Solo dengan tarif Rp 70.000,- tarifnya sudah dipatok segitu jadi ga pake argo.

Di terminal langsung naik bis jurusan Surabaya, yang pasti lewat Maospati (Magetan). Tarifnya Rp 14.000 untuk sampai ke Maospati, murah kan? Ya iyalah bis dengan seat 3-2 yang padat dan bau.. -__-

Jika dihitung-hitung, perjalanan dengan Pesawat dihitung dari Ciputat sampai rumah di Magetan adalah sekitar 5-6jam saja. Dengan biaya Rp 512.000,- sampai di Maospati (karena dari Maospati kerumah udah ada yg jemput) mahal juga ternyata.. :( dan biaya segitu tidak termasuk oleh-oleh.. :((

Kalau dikosan, uang sebanyak itu bisa digunakan untuk makan kalau hemat bisa untuk 3 minggu dan ini habis dalam sehari, ga cukup sehari juga. Belagak jadi orang kaya, habis itu mangango lai...  Tapi, setiap perjalanan pasti ada hikmahnya. Untuk mendapatkan kenyamanan dengan waktu yang relatif cepat  harus mengorbankan biaya yang lebih. Begitu juga hidup, untuk mendapat sesuatu yang baik kita harus berkorban banyak terlebih dahulu.

Rindu Ramadhan di Kampung

Ramdhan 1434 H, kali ini dalam dua versi lagi. Antara Muhammadiyah dan Pemerintah. Namun saya tak terlalu mempedulikan, karena perbedaan itu memang selalu ada. Muhammadiyah dengan keyakinannya sendiri dan pemerintah begitu juga. Walaupun begitu mereka saling menghargai.

Tapi bukan itu yang akan saya bahas ditulisan kali ini, karena tidak begitu memahaminya. Ramadhan tahun ini adalah ramadhan keenam di negri orang, ramadhan keempat tanpa Ayah. cepat sekali rasanya waktu berlalu, perasaan saya masih gadis kecil yang sekolah di 'makola' tsanawiyah. Tapi sekarang udah jadi mahasiswa tingkat empat. Alhamdulillah...:)

Rindu suasana ramadhan di kampung, Nagari Saniangbaka Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok. Saya lebih nyaman menjadi gadis kampung, tinggal dikampung yang asri sangat menyenangkan walau kulit menjadi hitam. :D
Gambar 1. Mesjid Raya Saniang Baka


Ramadhan dikampung selalu seru, sholat tarawih berjama'ah di Mesjid Raya yang lumayan jauh letaknya dari rumah. Padahal banyak mushala disekitar rumah, namun sholat di mesjid raya puya nuansa berbeda. Tapi kalau tidak terburu untuk ke Mesjid Raya, kami sholat di mushola sekitar rumah saja.Sholat tarawih di mushola makola juga menyenangkan karena bisa bertemu teman-teman disana.

Yang mengesankan dan merindukan adalah ketika habis sholat tarawih selalu 'berburu' makanan/jajanan bersama-sama, makanan yang jarang dimakan sehari-hari. Karena pas ramadhan ada aja yang jualan. Ada juga, yang habis tarawih langsung pergi dengan teman lelakinya (bagi yang punya) yang sebelumnya sudah janjian. Hal tersebut kami sebut Asmara Tarawih. :D

Ada Asmara Tarawih ada pula asmara shubuh, setelah sahur kami bersiap untuk sholat shubuh berjamaah di mesjid atau mushola. Setelah itu kami langsung pergi jogging ke Pinang atau Sumani. Biasanya anak lelaki membawa petasan dan melemparkannya kepada anak perempuan. Tapi jarang pula ada anak perempuan yang iseng. Lagi, selalu ada yang curi-curi kesempatan untuk 'pacaran' walau tak lama.

Sesuatu yang sederhana dan mungkin kalau diceritakan kepada orang tidak menarik tapi selalu menarik di hati dan selalu merindukan. Karena jiwa kampung yang tak pernah hilang, ingin selalu dekat namun belum bisa. Seindah-indahnya ramadhan di negeri orang tak akan ada yang seindah di kampung kelahiran sendiri..

Solo Travel : Cara Hemat dari Solok Ke BIM ( Bandara International Minangkabau)

Halo semuanya, akhirnya bisa nulis lagi disini karena baru ada yang mau di posting dan sedang ada niat :D Okey, 2 minggu lalu saya berkesemp...