Hari ini Sabtu, 1 Desember 2012 merupakan hari yang telah ditetapkan sebagai peringatan Hari AIDS Sedunia. Bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kita akan bahaya HIV/AIDS sehingga bisa mencegahnya serta membantu para ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) untuk bisa diterima oleh masyarakat. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengambil tema "Lindungi Perempuan dan Anak dari HIV dan AIDS".
Badan Eksekutif Mahasiswa Kesehatan Masyarakat FKIK
UIN Jakarta bekerja sama dengan Departemen Promosi Kesehatan FKIK UIN Jakarta
mengadakan Talkshow yang bertema Peringatan Hari AIDS Sedunia 2012 'Say Hi to
HIV' (Aku Ingin Dihargai Sesama) di Auditorium Fakultas Kedokteran dan Ilmu
Kesehatan UIN Jakarta.
Dalam acara Talkshow dipaparkan bahwa AIDS merupakan Epidemi yang paling menghancurkan dalam sejarah.
Tahun 2009 diperkirakan sebanyak 33,3 juta orang di dunia mengidap HIV. Tahun 2012, jumlah kasus yang sudah dilaporkan 106.758 yang
terdiri atas 76.979 HIV dan 29.879 AIDS dengan 5.430 kematian. Itu hanya kasus
yang dilaporkan, kita tidak tahu berapa kasus yang tidak dilaporkan semoga
tidak lebih buruk dari yang dilaporkan.
Di Asia, Indonesia merupakan tempat yang
paling cepat pertumbuhan HIV/AIDS nya. Mungkin karena masyarakatnya juga banyak
kali ya atau juga karena pelayanan kesehatan untuk ODHA yang kurang optimal
ataunya lagi karena stigma di masyarakat tentang ODHA.
Dari data Kementerian Kesehatan Republik
Indoensia diketahui bahwa daerah yang paling banyak kasus HIV/AIDS per Desember
2011 adalah Jakarta dengan 5.117 kasus dari 100.000 penduduk diikuti oleh Jawa
Timur dengan 4.598 kasus , Papua 4.449 kasus dan Jawa Barat 3.939 kasus serta
Bali dengan 2.428 kasus. Sedangkan rentang umur penderita HIV/AIDS terbanyak
adalah pada umur 20 – 29 tahun sebanyak 45.5% dan umur 30 – 39 tahun sebanyak 31.8%.
Dari perbandingan jenis kelamin laki-laki yang positiv HIV/AIDS sebanyak 64.9%
dan wanita 35.1%.
Indonesia mempunyai sekitar 240 juta
penduduk yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari jumlah tersebut ada 3.1
juta pria yang membeli seks yang bisa meningkatkan penularan HIV/AIDS. Sekitar 1.6
juta wanita Indonesia menikah dengan pria berisiko tinggi HIV yang bisa
menularkan pada anak mereka, 230.000 pengguna jarum suntik menyumbang penularan
HIV/AIDS yang signifikan jika jarum tersebut dipakai bersamaan, juga sekitar 230.000
wanita pekerja seks dan sebanyak 800.000 GWL (Gay, Waria dan Lelaki Suka
Lelaki) membantu menularkan HIV/AIDS.
HIV bukan hanya masalah medis tapi juga
masalah sosial dan ekonomi, Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) sering dijauhi dalam pergaulan karena
dianggap perilaku negatifnya dapat menimbulkan HIV dan AIDS. Sehingga adanya perlakuan diskriminasi terhadap ODHA. ODHA dianggap orang-orang yang patut dikucilkan karena telah menyalahi
norma-norma yang berlaku di masyarakat, padahal mereka adalah orang-orang yang
seharusnya mendapatkan motivasi dan semangat hidup dari orang-orang di
sekitarnya. Dalam dunia kerja, ODHA sering dikucilkan dari pergaulan
rekan-rekan kerjanya dan ada pula kejadian dimana ODHA harus di PHK karena
penyakit yang di deritanya itu.
Melihat realita diatas apa yang bisa kita
lakukan? Membantu menjalankan program yang telah dilakukan pemerintah agar
berjalan dengan optimal. Upaya penanggulangan HIV/AIDS oleh pemerintah dengan Pendekatan
“Total Football” Intensif, menyeluruh, komprehensif dan terkoordinasi
(PERPRES 75/2006) , melalui:
•
Promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, temasuk remaja 15-24 th,
populasi rawan terinfeksi dan ODHA, dengan Kampanye ABAT di 10 provinsi dan 100 kab/kota
•
Peningkatan pelayanan pencegahan penularan HIV melalui narkoba suntik, hubungan seks beresiko dan penularan dai Ibu ke bayi
•
Peningkatan upaya pengobatan & rehabilitasi melalui sistem kesehatan, diantaranya RS Rujukan ARV di 322 RS
•
Monitoring, evaluasi dan penelitian
Sebagai mahasiswa Kesehatan Masyarakat apa
yang bisa dilakukan? Pertama ,Mengkampanyekan upaya promotif dan preventif untuk menanggulangi
HIV & AIDS dalam bentuk pendidikan seks usia dini, pengetahuan tentang
kesehatan reproduksi serta menanggulangi diskriminasi terhadap ODHA. Kedua, pemberdayaan masyarakat untuk hidup
sehat dan produktif serta melibatkan ODHA dalam berbagai kegiatan
kemasyarakatan. Ketiga, menghimbau masyarakat untuk tidak
menggunakan narkoba dan tidak melakukan seks sebelum menikah atau tidak seks
bebas. Keempat, mengajak masyarakat untuk memperkuat fondasi moral & iman
agar bisa membentengi diri perbuatan tercela. Kelima, menghimbau kepada para
orang tua agar bisa membimbing anak-anaknya agar tidak salah bergaul.
Katakan Tidak Pada HIV, Jangan Jauhi ODHA nya tapi jauhi virusnya.
Katakan Tidak Pada HIV, Jangan Jauhi ODHA nya tapi jauhi virusnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar