Kamis, 13 Desember 2012

SNMPTN 2013 Gratis dan Tanpa Tulis, Harus Senang Atau Tidak?

Beberapa hari yang lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengumumkan bahwa SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) 2013 akan dilaksanakan tanpa adanya tes tulis seperti tahun-tahun  sebelumnya. Serta, dibebaskannya biaya pendaftaran bagi seluruh peserta SNMPTN.  Kata M.Nuh (menteri Pendidikan dan Kebudayaan), penghapusan biaya SNMPTN ini merupakan amanat undang-undang yang harus direalisasikan. “Selain itu, ini merupakan tekad kami untuk memberikan akses seluas-luasnya kepada para siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.”
Pola penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN yaitu berdasarkan prestasi akademik siswa seperti dari rapor, nilai UN dan prestasi lainnya. Jalur penerimaan ini mirip sekali dengan jalur SNMPTN undangan seperti tahun kemarin.
Apa saja persyaratan bagi siswa yang mau mendaftar SNMPTN tahun 2013 ?
  • Siswa SMA/SMK/MA/MAK kelas terakhir yang mengikuti UN pada tahun 2013.

  • Memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan terdaftar pada PDSS.

  • Memperoleh rekomendasi dari Kepala Sekolah.

  • Memiliki prestasi akademik di sekolah pada semua semester.

  • Lulus dari Ujian Nasional dan Satuan Pendidikan.

Bagaimana dengan lulusan yang bukan tahun 2013?
Yang ini saya kurang begitu paham karena tidak ada penjelasan khusus dari Mendikbudnya sendiri, tapi menurut saya bagi yang bukan lulusan tahun 2013 bisa mengikuti ujian tulis tapi biaya pendaftaran ditanggung sendiri. Ada dua jalur lagi penerimaan mahasiswa baru di PTN tahun 2013 yang mungkin bisa jadi solusi bagi mereka yang bukan lulusan tahun 2013.
1. SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri) kalau dulu bisa dibilang UMB, yang merupakan kerja sama beberapa universitas negeri yang ada di Indonesia. Mekanisme penerimaannya melalui ujian tertulis atau keterampilan dan biaya pendaftaran ditanggung peserta.
2. Seleksi Mandiri, sama seperti tahun kemarin dilakukan sepenuhnya oleh pihak uinversitas dan biaya pendaftaran ditanggung oleh peserta.
Menurut saya, disalah satu sisi SNMPTN 2013 tanpa ujian tulis terkadang bisa membuat pihak sekolah curang dalam memanipulasi nilai (rapor) siswanya agar banyak siswa sekolah mereka yang masuk PTN karena menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah jika banyak siswanya yang diterima di PTN. Namun disisi lain, digratiskannya biaya pendaftaran SNMPTN diharapkan mampu meningkatkan minat siswa untuk dapat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi terutama bagi masyarakat dengan ekonomi menengah kebawah.
13553272111895101311

Minggu, 09 Desember 2012

TES KESEHATAN SEBELUM HAMIL


Sehat dan Kesehatan Reproduksi
Sebelum kita mengetahui tes kesehatan sebelum hamil, sebaiknya kita pahami dulu defenisi kata Sehat. Menurut WHO, sehat berarti keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Sedangkan defenisi Kesehatan Reproduksi menurut WHO adalah Suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh, bukan hanaa bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya.
Kehamilan
Kehamilan adalah proses dimana sperma menembus ovum sehingga terjadinya konsepsi dan fertilasi sampai lahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan), dihitung dari pertama haid terakhir. Kehamilan paling ideal bagi seorang wanita adalah saat usianya berada pada rentang 20-35 tahun. Wanita yang hamil pada usia di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun memiliki risiko tinggi seperti perceraian, kematian pada anak, dan abortus spontan.
Penyakit yang berdampak Negatif pada Kehamilan
 Tes kesehatan sebelum kehamilan (pre-pregnancy checkup) adalah keputusan tepat yang dapat Ibu lakukan sebelum merencanakan kehamilan. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko masalah yang mungkin timbul dan mengganggu kondisi calon Ibu selama masa kehamilan. Pada dasarnya ada beberapa penyakit yang mempunyai dampak negatif terhadap kehamilan. Diantaranya adalah:
·         Asma
·         Penyakit autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis, HIV, atau AIDS
·         Kelainan darah seperti hemoglobinopati atau hiperfenilalaninemia
·         Kanker
·         Depresi
·         Diabetes
·         Epilepsi
·         Penyakit jantung
·         Tekanan darah tinggi
·         Penyakit ginjal
·         Gangguan tiroid, dsb
Namun, jika Ibu memiliki salah satu penyakit di atas, itu bukan berarti Ibu dilarang atau bahkan tidak mungkin hamil. Semuanya masih mungkin, hanya saja kehamilan ibu termasuk berisiko, sehingga membutuhkan pengawasan yang lebih ketat.
Selain pemeriksaan kesehatan, konseling genetika antara Ibu dan pasangan adalah ide yang baik. Melalui pemeriksaan ini, bisa diketahui faktor-faktor genetika yang Ibu dan pasangan miliki dan bisa diturunkan kepada calon bayi. Dan sebaiknya, konseling genetik dijalani jika Ibu memiliki beberapa riwayat genetik berikut ini:
  Ada penyakit yang telah diketahui diwariskan / diturunkan dalam keluarga besar
  Pernah mengalami tiga kali keguguran atau bayi meninggal dalam kandungan
  Sudah memiliki anak dengan keterbelakangan mental, penyakit yang diwariskan,
  atau memiliki kelainan / cacat saat lahir.
  Berusia di atas 35 tahun
  Berasal dari etnis tertentu yang memiliki riwayat penyakit keturunan yang lebih besar dibandingkan etnis lain.
Macam-macam tes sebelum Kehamilan
·         Pemeriksaan darah rutin.
Yang diperiksa meliputi kadar hemoglobin, hematokrit, sel darah putih (leukosit) dan faktor pembekuan darah (trombosit). Lewat pemeriksaan ini dapat diketahui apakah Anda mengalami anemia, infeksi, atau ganguan faktor pembekuan darah.
·         Golongan darah dan Rhesus.
Setiap orang terlahir dengan golongan darah (A,B, AB, atau O) dan faktor Rhesus (+) atau (-). Sekitar 90% perempuan Asian memiliki Rhesus (+). Masalah akan timbul bila ibu memiliki Rhesus (-) dan ayah memiliki Rhesus (+), sementara si janin memiliki Rhesus (+). Janin Rhesus (+) pada ibu Rhesus (-) akan menimbulkan inkompatibilitas Rhesus yang bisa mengakibatkan kematian pada janin. Dengan mengatahui Rhesus sebelum hamil, dokter Anda dapat segera mengatasinya.
·         Hepatitis B (HBsAg).
Hepatitis B merupakan penyakit yang ditularkan melalui darah dan kontak seksual. Bisa HBsAg Anda (-), Anda dapat menjalankan vaksinasi yang diberikan 3x sebelum Anda hamil. Penyuntikan dilakukan 3 kali untuk memastikan kadar antibodi yang terbentuk cukup dan bertahan seumur hidup. Sedangkan bila HBsAg Anda (+), Anda tidak boleh malakukan vaksinasi tetapi bayi Anda harus segara divaksinasi setelah lahir.
·         TORCH.
Singkatan dari Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes Simplex Virus. Infeksi TORCH sebaiknya diketahui sebelum Anda memutuskan memiliki anak, karena infeksi saat kehamilan dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir prematur, atau bahkan kelainan bawaan pada bayi.
·         Gula darah.
Periksa gula darah dilakukan sewaktu puasa dan tidak puasa. Kedua pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa apakah Anda mengidap diabetes mellitus, atau setidaknya memiliki kelainan yang dapat berkembang menjadi diabetes mellitus, seperti intoleransi glukosa.
·         VDRL.
Pemeriksaan VDRL (Veneral Diseases Research Laboratory) merupakan screening untuk sifilis, penyakit kelamin yang ditularkan melalui hubungan seksual. Janin yang terinfeksi dapat mengalami gejalanya saat lahir atau beberapa bulan setelah lahir. Gejalanya berupa pembesaran hati dan limpa, kuning, anemia, lesi kulit, pembesaran kelenjar getah bening dan gangguan sistem saraf. Pengobatan terhadap sifilis sebelum kehamilan bisa mencegah bayi terkena kongenital.
·         Urinalisis lengkap.
Pemeriksaan urin berguna untuk mengetahui infeksi saluran kemih dan adanya darah, protein, dilirubin atau gula dana urin yang menunjukkan adanya penyakit tententu.
·         Analisa kromosom.
Perlu dilakukan terutama bila ada riwayat di keluarga Anda atau pasangan yang mengalami kecacatan secara genetika, seperti down syndrome, thalassemia dan hemofilia. Untuk mengetahuinya, Anda dan pasangan bisa memeriksakan sample darah masing-masing di laboratorium khusu genetika (di Jakarta terdapat Lembaga Genetika eijckman).
Manfaat Tes Kehamilan Sebelum Hamil
Tes kesehatan sebelum kehamilan berguna untuk memastikan tubuh sang ibu agar bisa menjadi media yang sehat untuk pertumbuhan janin yang optimal. Mempersiapkan kehamilan itu ibarat membangun rumah, harus ada denah, bahan bangunan, semen, kayu, serta finishing yang baik agar hasilnya indah. Sama dengan kehamilan, perlu dipersiapkan sel telur dan sperma, serta perawatan yang baik agar janin berkembang optimal. Pemeriksaan ini harus dilakukan jauh-jauh hari. Bahkan, sebaiknya sekitar enam bulan sebelum menikah.
Jadi, Tes Kesehatan sebelum hamiL ini sangat dianjurkan bagi pasangan muda yang ingin segera punya anak. Setelah merencanakan pernikahan sebaiknya segera melakukan tes kesehatan karena lebih cepat lebih baik dan mencegah lebih baik daripada mengobati bukan? 

Sumber : Dari berbagai sumber

Sabtu, 01 Desember 2012

Hari AIDS Sedunia 2012



Hari ini Sabtu, 1 Desember 2012 merupakan hari yang telah ditetapkan sebagai peringatan Hari AIDS Sedunia. Bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kita akan bahaya HIV/AIDS sehingga bisa mencegahnya serta membantu para ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) untuk bisa diterima oleh masyarakat. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengambil tema "Lindungi Perempuan dan Anak dari HIV dan AIDS".
Badan Eksekutif Mahasiswa Kesehatan Masyarakat FKIK UIN Jakarta bekerja sama dengan Departemen Promosi Kesehatan FKIK UIN Jakarta mengadakan Talkshow yang bertema Peringatan Hari AIDS Sedunia 2012 'Say Hi to HIV' (Aku Ingin Dihargai Sesama) di Auditorium Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Jakarta.
Dalam acara Talkshow dipaparkan bahwa AIDS merupakan Epidemi yang paling menghancurkan dalam sejarah. Tahun 2009 diperkirakan sebanyak 33,3 juta orang di dunia mengidap HIV. Tahun 2012, jumlah kasus yang sudah dilaporkan 106.758 yang terdiri atas 76.979 HIV dan 29.879 AIDS dengan 5.430 kematian. Itu hanya kasus yang dilaporkan, kita tidak tahu berapa kasus yang tidak dilaporkan semoga tidak lebih buruk dari yang dilaporkan.
Di Asia, Indonesia merupakan tempat yang paling cepat pertumbuhan HIV/AIDS nya. Mungkin karena masyarakatnya juga banyak kali ya atau juga karena pelayanan kesehatan untuk ODHA yang kurang optimal ataunya lagi karena stigma di masyarakat tentang ODHA.
Dari data Kementerian Kesehatan Republik Indoensia diketahui bahwa daerah yang paling banyak kasus HIV/AIDS per Desember 2011 adalah Jakarta dengan 5.117 kasus dari 100.000 penduduk diikuti oleh Jawa Timur dengan 4.598 kasus , Papua 4.449 kasus dan Jawa Barat 3.939 kasus serta Bali dengan 2.428 kasus. Sedangkan rentang umur penderita HIV/AIDS terbanyak adalah pada umur 20 – 29 tahun sebanyak 45.5% dan umur 30 – 39 tahun sebanyak 31.8%. Dari perbandingan jenis kelamin laki-laki yang positiv HIV/AIDS sebanyak 64.9% dan wanita 35.1%.
Indonesia mempunyai sekitar 240 juta penduduk yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari jumlah tersebut ada 3.1 juta pria yang membeli seks yang bisa meningkatkan penularan HIV/AIDS. Sekitar 1.6 juta wanita Indonesia menikah dengan pria berisiko tinggi HIV yang bisa menularkan pada anak mereka, 230.000 pengguna jarum suntik menyumbang penularan HIV/AIDS yang signifikan jika jarum tersebut dipakai bersamaan, juga sekitar 230.000 wanita pekerja seks dan sebanyak 800.000 GWL (Gay, Waria dan Lelaki Suka Lelaki) membantu menularkan HIV/AIDS.
HIV bukan hanya masalah medis tapi juga masalah sosial dan ekonomi, Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) sering dijauhi dalam pergaulan karena dianggap perilaku negatifnya dapat menimbulkan HIV dan AIDS. Sehingga adanya perlakuan diskriminasi terhadap ODHA.  ODHA dianggap orang-orang yang patut dikucilkan karena telah menyalahi norma-norma yang berlaku di masyarakat, padahal mereka adalah orang-orang yang seharusnya mendapatkan motivasi dan semangat hidup dari orang-orang di sekitarnya. Dalam dunia kerja, ODHA sering dikucilkan dari pergaulan rekan-rekan kerjanya dan ada pula kejadian dimana ODHA harus di PHK karena penyakit yang di deritanya itu.
Melihat realita diatas apa yang bisa kita lakukan? Membantu menjalankan program yang telah dilakukan pemerintah agar berjalan dengan optimal. Upaya penanggulangan HIV/AIDS oleh pemerintah  dengan Pendekatan “Total Football” Intensif, menyeluruh, komprehensif dan terkoordinasi (PERPRES 75/2006) , melalui:
      Promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, temasuk remaja 15-24 th, populasi rawan terinfeksi dan ODHA, dengan Kampanye ABAT di 10 provinsi dan 100 kab/kota
      Peningkatan pelayanan pencegahan penularan HIV melalui narkoba suntik, hubungan seks beresiko dan penularan dai Ibu ke bayi
      Peningkatan upaya pengobatan & rehabilitasi melalui sistem kesehatan, diantaranya RS Rujukan ARV di 322 RS
      Monitoring, evaluasi dan penelitian
Sebagai mahasiswa Kesehatan Masyarakat apa yang bisa dilakukan? Pertama ,Mengkampanyekan upaya promotif dan preventif untuk menanggulangi HIV & AIDS dalam bentuk pendidikan seks usia dini, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi serta menanggulangi diskriminasi terhadap ODHA. Kedua, pemberdayaan masyarakat untuk hidup sehat dan produktif serta melibatkan ODHA dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Ketiga, menghimbau masyarakat untuk tidak menggunakan narkoba dan tidak melakukan seks sebelum menikah atau tidak seks bebas. Keempat, mengajak masyarakat untuk memperkuat fondasi moral & iman agar bisa membentengi diri perbuatan tercela. Kelima, menghimbau kepada para orang tua agar bisa membimbing anak-anaknya agar tidak salah bergaul. 

Katakan Tidak Pada HIV, Jangan Jauhi ODHA nya tapi jauhi virusnya. 



Solo Travel : Cara Hemat dari Solok Ke BIM ( Bandara International Minangkabau)

Halo semuanya, akhirnya bisa nulis lagi disini karena baru ada yang mau di posting dan sedang ada niat :D Okey, 2 minggu lalu saya berkesemp...