Sehat dan Kesehatan Reproduksi
Sebelum
kita mengetahui tes kesehatan sebelum hamil, sebaiknya kita pahami dulu
defenisi kata Sehat. Menurut WHO, sehat berarti keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap
orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Sedangkan defenisi Kesehatan Reproduksi menurut WHO adalah Suatu keadaan fisik, mental dan
sosial yang utuh, bukan hanaa bebas dari penyakit atau
kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi
serta prosesnya.
Kehamilan
Kehamilan adalah proses dimana
sperma menembus ovum sehingga terjadinya konsepsi dan fertilasi sampai lahirnya
janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan), dihitung
dari pertama haid terakhir. Kehamilan
paling ideal bagi seorang wanita adalah saat usianya berada pada rentang 20-35
tahun. Wanita yang hamil pada usia di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun
memiliki risiko tinggi seperti perceraian, kematian pada anak, dan abortus spontan.
Penyakit yang berdampak Negatif
pada Kehamilan
Tes
kesehatan sebelum kehamilan (pre-pregnancy checkup) adalah keputusan
tepat yang dapat Ibu lakukan sebelum merencanakan kehamilan. Hal ini dapat
membantu mengurangi risiko masalah yang mungkin timbul dan mengganggu kondisi
calon Ibu selama masa kehamilan. Pada dasarnya ada beberapa penyakit yang
mempunyai dampak negatif terhadap kehamilan. Diantaranya adalah:
·
Asma
·
Penyakit
autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis, HIV, atau AIDS
·
Kelainan
darah seperti hemoglobinopati atau hiperfenilalaninemia
·
Kanker
·
Depresi
·
Diabetes
·
Epilepsi
·
Penyakit
jantung
·
Tekanan
darah tinggi
·
Penyakit
ginjal
·
Gangguan
tiroid, dsb
Namun,
jika Ibu memiliki salah satu penyakit di atas, itu bukan berarti Ibu dilarang
atau bahkan tidak mungkin hamil. Semuanya masih mungkin, hanya saja kehamilan
ibu termasuk berisiko, sehingga membutuhkan pengawasan yang lebih ketat.
Selain
pemeriksaan kesehatan, konseling genetika antara Ibu dan pasangan adalah ide
yang baik. Melalui pemeriksaan ini, bisa diketahui faktor-faktor genetika yang
Ibu dan pasangan miliki dan bisa diturunkan kepada calon bayi. Dan sebaiknya,
konseling genetik dijalani jika Ibu memiliki beberapa riwayat genetik berikut
ini:
Ada penyakit yang telah diketahui diwariskan
/ diturunkan dalam keluarga besar
Pernah mengalami tiga kali keguguran atau
bayi meninggal dalam kandungan
Sudah memiliki anak dengan keterbelakangan
mental, penyakit yang diwariskan,
atau memiliki kelainan / cacat saat lahir.
Berusia di atas 35 tahun
Berasal dari etnis tertentu yang memiliki
riwayat penyakit keturunan yang lebih besar dibandingkan etnis lain.
Macam-macam tes sebelum Kehamilan
·
Pemeriksaan
darah rutin.
Yang diperiksa meliputi kadar
hemoglobin, hematokrit, sel darah putih (leukosit) dan faktor pembekuan darah
(trombosit). Lewat pemeriksaan ini dapat diketahui apakah Anda mengalami
anemia, infeksi, atau ganguan faktor pembekuan darah.
Setiap orang terlahir dengan
golongan darah (A,B, AB, atau O) dan faktor Rhesus (+) atau (-). Sekitar 90%
perempuan Asian memiliki Rhesus (+). Masalah akan timbul bila ibu memiliki
Rhesus (-) dan ayah memiliki Rhesus (+), sementara si janin memiliki Rhesus
(+). Janin Rhesus (+) pada ibu Rhesus (-) akan menimbulkan inkompatibilitas
Rhesus yang bisa mengakibatkan kematian pada janin. Dengan mengatahui Rhesus
sebelum hamil, dokter Anda dapat segera mengatasinya.
Hepatitis B merupakan penyakit yang
ditularkan melalui darah dan kontak seksual. Bisa HBsAg Anda (-), Anda dapat
menjalankan vaksinasi yang diberikan 3x sebelum Anda hamil. Penyuntikan
dilakukan 3 kali untuk memastikan kadar antibodi yang terbentuk cukup dan
bertahan seumur hidup. Sedangkan bila HBsAg Anda (+), Anda tidak boleh
malakukan vaksinasi tetapi bayi Anda harus segara divaksinasi setelah lahir.
Singkatan dari Toxoplasma, Rubella,
Cytomegalovirus, dan Herpes Simplex Virus. Infeksi TORCH sebaiknya diketahui
sebelum Anda memutuskan memiliki anak, karena infeksi saat kehamilan dapat
menyebabkan keguguran, bayi lahir prematur, atau bahkan kelainan bawaan pada
bayi.
·
Gula
darah.
Periksa gula darah dilakukan sewaktu
puasa dan tidak puasa. Kedua pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa apakah
Anda mengidap diabetes mellitus, atau setidaknya memiliki kelainan yang dapat berkembang
menjadi diabetes mellitus, seperti intoleransi glukosa.
·
VDRL.
Pemeriksaan VDRL (Veneral Diseases
Research Laboratory) merupakan screening untuk sifilis, penyakit kelamin
yang ditularkan melalui hubungan seksual. Janin yang terinfeksi dapat mengalami
gejalanya saat lahir atau beberapa bulan setelah lahir. Gejalanya berupa
pembesaran hati dan limpa, kuning, anemia, lesi kulit, pembesaran kelenjar
getah bening dan gangguan sistem saraf. Pengobatan terhadap sifilis sebelum
kehamilan bisa mencegah bayi terkena kongenital.
·
Urinalisis
lengkap.
Pemeriksaan urin berguna untuk
mengetahui infeksi saluran kemih dan adanya darah, protein, dilirubin atau gula
dana urin yang menunjukkan adanya penyakit tententu.
·
Analisa
kromosom.
Perlu dilakukan terutama bila ada
riwayat di keluarga Anda atau pasangan yang mengalami kecacatan secara
genetika, seperti down syndrome, thalassemia dan hemofilia. Untuk
mengetahuinya, Anda dan pasangan bisa memeriksakan sample darah masing-masing
di laboratorium khusu genetika (di Jakarta terdapat Lembaga Genetika eijckman).
Manfaat Tes Kehamilan Sebelum Hamil
Tes
kesehatan sebelum kehamilan berguna untuk memastikan tubuh sang ibu agar bisa
menjadi media yang sehat untuk pertumbuhan janin yang optimal. Mempersiapkan kehamilan
itu ibarat membangun rumah, harus ada denah, bahan bangunan, semen, kayu, serta
finishing yang baik agar hasilnya indah. Sama dengan kehamilan, perlu
dipersiapkan sel telur dan sperma, serta perawatan yang baik agar janin
berkembang optimal. Pemeriksaan ini harus dilakukan jauh-jauh hari. Bahkan,
sebaiknya sekitar enam bulan sebelum menikah.
Jadi,
Tes Kesehatan sebelum hamiL ini sangat dianjurkan bagi pasangan muda yang ingin
segera punya anak. Setelah merencanakan pernikahan sebaiknya segera melakukan
tes kesehatan karena lebih cepat lebih baik dan mencegah lebih baik daripada
mengobati bukan?
Sumber : Dari berbagai sumber