Rabu, 25 November 2015

Aia Tajun Pinang, Saniang Baka, kab. Solok Sumatera Barat




Euforia hari raya idul fitri mulai memudar, setidaknya dikampungku yang hanya pas hari raya pertama berasa. Selebihnya seperti hari biasa saja, hanya mereka yang punya alek yang sedikit sibuk. Hari raya kedua, saya dan teman-teman seangkatan pas tsnawiyah pergi ke salah satu air terjun yang ada di Saniangbaka, tepatnya di daerah Pinang.
Pagi waktu itu tak terlalu bersahabat, mendung dan berkabut sedikit meragukan hati untuk melanjutkan perjalanan. Tapi kami tetap pergi karena memang sudah direncanakan dan cuaca memang sedang galau, pagi gelap namun siang hari terang benderang. Kami waktu itu berjumlah delapan orang, 7 orang teman satu angkatan dan 1 lagi kakak kelas. Seperti biasanya, perempuan selalu minoritas kalau menjelajah hutan seperti ini, hanya 2 orang.
Kami berangkat sebelum waktu dzuhur, dengan mengendarai motor kami ke simpang sebelum ke arah air terjun. Kami memarkir motor di depan rumah warga sembari menunggu teman yang berangkat belakangan. Setelah lengkap,kami memulai perjalanan melalui sawah-sawah warga yang mulai bertumbuh. Pematang sawah-sawah ditepi bukit biasanya dipasangi jarek ciliang agar babi tidak merusak sawah. Tapi siang itu bukan ciliang  yang terjerat malah teman kami yang terperangkap hingga dia masuk ke sawah. :D
Kami jahat sekali, bukannya menolong tapi malah tertawa terpingkal-pingkal. Setelah melewati sawah berlanjut masuk hutan yang tak terlalu lebat, kami melewati tembok irigasi yang mengairi sawah. Karena sudah sangat jarang dikunjungi, akses kesana menjadi cukup sulit. Banyak jalan setapak yang sudah hilang hingga kami harus menghindari kayu-kayu dan duri dengan tangan sendiri. Kami lupa membawa sabik dan sudah berusaha meminjam sabik warga sebelum masuk hutan namun ternyata juga dipakai.
Setelah melewati kayu-kayu, kami kemudian melewati sungai yang berbatu besar-besar hingga harus memanjat. Untung masih musim kemarau jadi aliran air tak terlalu deras jadi tak begitu licin walau masih harus berhati-hati. Perjalanan cukup membuat nafas sesak dan keringat bercucuran, apalagi kami tak ada yang rajin berolahraga. Waktu yang kami tempuh sekitar 30 menit berjalan kaki, cukup dekat memang tapi medan yang dilalui cukup sulit yang membuat kami cukup lelah.
Tap lelahnya perjalanan terbayar sudah ketika sudah terdengar derasnya air terjun, rasanya ingin langsung mencebur ke kolamnya. Air terjun kali ini sedikit berbeda dengan delapan tahun yang lalu, kali ini lebih deras. Tujuh tahun lalu, beberapa waktu selepas ujian nasional MTs kami bersembilan pergi ke air terjun, perempuannya 3 orang, saya, aulia dan novi. Sayang kali ini novi tidak bisa ikut dan tidak mau juga karena tidak berada dikampung. Setelah tujuh tahun, akhirnya kami kembali dengan personil yang sedikit berbeda.
Setelah sampai di air terjun, kami beristirahat dan mengeluarkan bekal yang telah dibawa. Berhubung kue lebaran masih banyak jadi kami bawa banyak-banyak. Seperti biasa juga, yang laki-laki pasti akan menceburkan diri kedalam air yang segar itu membuat kami iri. Melompat dari tebing yang cukup tinggi. Sudah terbayang betapa segarnya. Konon katanya dasar kolam ini tak pernah tersentuh, tak ada yang tau seberapa dalam dasarnya.
Hulu dari air terjun ini hanya sebuah lurah (semacam sungai kecil), namanya lurah situka banang. Muaranya ke Danau Singkarak melalui batang aia rabang. Air terjun ini spot wisata favorit bagi anak SMP Pinang jaman dulu, berdasarkan cerita dari uni-uni dan uda-uda yang pernah kesana. Sekarang sepertinya sudah tak begitu populer, mungkin mereka takut dengan cerita yang selalu mengiringinya ado rimau baru baranak di ateh mah atau ado anak rimau disitu mah. Ada juga cerita yang berkembang bahwa didasar kolam itu ada ular besar. Mungkin itulah caranya bagi orang-orang tua dulu untuk menjaga alam tetap lestari agar tak ada tangan-tangah jahil yang merusaknya atau memang cerita itu benar adanya. Wallahu’alam

Solo Travel : Cara Hemat dari Solok Ke BIM ( Bandara International Minangkabau)

Halo semuanya, akhirnya bisa nulis lagi disini karena baru ada yang mau di posting dan sedang ada niat :D Okey, 2 minggu lalu saya berkesemp...