Selasa, 28 Mei 2024

Solo Travel : Cara Hemat dari Solok Ke BIM ( Bandara International Minangkabau)

Halo semuanya, akhirnya bisa nulis lagi disini karena baru ada yang mau di posting dan sedang ada niat :D Okey, 2 minggu lalu saya berkesempatan jalan-jalan ke Luar Negri berkat tiket murah Air Asia dari Padang.

 Karena saya domisilinya bukan kota Padang, jadi harus ke Bandara lebih cepat dari orang yang di kota Padang. Waktu tempuh dari Saniangbaka Solok ke BIM kalau pake travel sekitar 1,5 jam bahkan 2 jam kalau harus mondar-mandir dulu jemput penumpang lain dan tentu saja ongkosnya juga mahal. Kalau gabung dengan penumpang lain tarifnya Solok- Bandara itu 200k - 250k, kalau sendiri atau sewa mobil bisa 350k -400k. Mahal kan? 
 Bagi kaum mendang mending seperti saya, lebih baik cari alternatif yg lebih murah tinggal sisihkan waktu yang lebih banyak aja.. 

Jadi, akhirnya saya ngeteng aja dari Solok ke BIM dengan harga yg sangat murah.
Pertama, dianterin pake motor ke tempat Bus arah Padang (Jasa Malindo & sejenisnya) ongkos hanya Rp25k, ternyata kalau pagi bus ini sampai masuk kota Padang yang melewati Stasiun Padang. Karena mau naik Kereta Bandara jadi saya turun langsung depan stasiun, jadi hemat ongkos ojeknya. 
Kedua, Naik Kereta Bandara yang ongkosnya hanya Rp10k. Untuk naik KA Bandara harus pastikan dulu jadwal keberangkatan sesuai dengan jadwal penerbangan ya. jangan sampai telat..
 Selama perjalanan di kereta juga bisa lihat pemandangan kota yang bagus, waktu tempuhnya sekitar 45 menit. 
Total ongkos ke BIM dari Solok hanya Rp35K Sangat murah kan?

Rabu, 25 Mei 2022

WISATA TABEK GADANG SUNGAI TANANG KAB. AGAM

 



Ada yang tau apa itu ikan larangan? Disini banyak sekali kolam yang ada tulisannya Ikan Larangan. Dulu pas kecil aku dengar desas-desus ikan larangan erat kaitannya dengan unsur mistis. Tapi ternyata ga bener sama sekali. Tapi anak2 yg polos akan percaya kalau kita makan ikan larangan akan bisa mencelakakan diri.

Beberapa waktu lalu, untuk pertama kalinya saya berkesempatan pergi ke Tabek Gadang persis depan Mesjid Jami' Nagari Sungai Tanang. 'Tabek Gadang' itu artinya Kolam Ikan besar, sudah bukan hal aneh orang Bukittinggi-Agam punya Tabek didepan rumah mereka.

Lokasi Tabek Gadang di Nagari Sungai Tanang, kec. Banuhampu Kab. Agam. Kalau dari Solok nanti ada belok kiri di simpang Padang Luar, tidak terlalu jauh mungkin hanya 5-10 menit kalau pakai motor. Ada angkot ga? Ga tau 😆 Eh tapi kayaknya ada namun ga sampai ke Tabek Gadangnya. Mungkin bisa tanya orang lokal sana, saya juga wisatawan 🤣🤣

Apa yang ada disana? Tentu saja kolam ikan yang luas sekitar 300mx75m tapi katanya ga terlalu dalam jadi bisa renang kalau ga masalah bau amis ikan. Ikannya luar biasa banyak. Pas saya kesana ikannya sudah besar-besar dan sudah layak panen. 



Apakah ikannya bisa diambil oleh orang yg datang kesana? Sayangnya tidak. Yang bisa kita lakukan adalah ngasih makan ikan dengan beli dulu makanannya sama ibu-ibu disana. Apakah seru? Tentu saja, melihat ikan berlomba-lomba untuk dapat makan yg banyak memberi ketenangan tersendiri, bisa dijadikan salah satu coping stress. Ada juga perahu yg bentuk bebek2 itu (ga tau namanya), kamu bisa naik itu buat keliling tabek.

Sebenarnya, ikan di Tabek ini bisa diambil. Ada 'Tradisi Bacarotai' yaitu menangkap ikan yg ada di tabek gadang dgn alat seadanya dan boleh diikuti oleh siapapun. Jadi walau kita bukan orang Sungai Tanang masih bisa ikutan Tradisi Bacarotai. Acara ini dilakukan setelah shubuh, siapapun bebas membawa ikan tangkapannya pulang. Terakhir acara ini dilakukan adalah tahun 2018.

Nah, kalau kamu mau jalan-jalan di sekitar Bukittinggi-Agam mungkin bisa mampir ke Tabek Gadang. Ada yg jualan kok, jd ga bakal kelaparan. Mau kesini lagi? Ya, kalau ada kesempatan saya mau kesini lagi. 😉

Senin, 15 Maret 2021

PERJALANAN SINGKAT KE PULAU SIRANDAH, PADANG, SUMBAR

 

Landmark Pulau Sirandah

 Haloooo.....Sebelum blog ini jamuran saya akan unggah sebuah postingan tentang perjalanan yang baru saya lakukan beberapa hari lalu :D

Ketika berbicara tentang Padang mungkin orang-orang hanya akan bilang Pantai Padang, Jembatan Sitti Nurbaya, Gunung Padang atau Mesjid Raya yang megah itu. Tapi ternyata Kota Padang punya beberapa pulau yang cantik dan sangat mudah dijangkau. 

Nah, Senin 8 Maret 2021 saya berkesempatan mengunjungi salah satu Pulau di Kota Padang tepatnya di Nagari Sungai Pisang Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Ada beberapa Pulau yang bisa dikunjungi jika naik dari dermaga Sungai Pisang, salah satunya adalah Pulau Sirandah. 

Pulau Sirandah, sebuah Pulau kecil dengan pasir putih yang halus. Waktu tempuh dari dermaga Sungai Pisang hanya sekitar 30 menit menggunakan perahu motor. Satu perahu motor bisa mengangkut 18-24 penumpang. 

Perahu Motor dengan penumpang di tengah perjalanan menuju Pulau Sirandah
 

Perjalanan ke Pulau Sirandah cukup aman karena ombak yang tidak begitu besar, karena masih kawasan teluk belum laut lepas. Sebelum mencapai pulau Sirandah kita kan melewati beberapa pulau, salah satunya adalah Pulau Pasumpahan. 

Setelah 30 menit, akhirnya sampai di Pulau Sirandah..... Dermaganya cukup kokoh dan kuat sehingga ga perlu khawatir kalau banyak orangpun. 

Dermaga Pulau Sirandah

Pantainya sangat bersih dengan air yang sangat jernih. Pulau ini menyediakan fasilitas yang cukup lengkap seperti Penginapan/Homestay, Cafe dan Resto, Camping Ground, Mesjid, Mini market, Toilet,dll.

Air yang super jernih

 Jangan khawatir ga ada sinyal disini. Provider yang merah sinyalnya kuat kok dan tentu saja disini juga ada listrik yang memadai.





Senin, 13 Juli 2020

Trip To Parigi Moutong : Sunrise di Tugu PMK, Menyelam di Lebo dan santai di Pantai Kucing

    Kenangan di Sulawesi Tengah tak akan pernah terlupakan. Selama 4 bulan disana beberapa tempat wisata saya datangi melepas stress dan menenangkan pikiran di sela-sela tugas yang menanti. Hari itu 17 Februari 2019, sehari sebelum kepulangan saya ke Jakarta, kami berempat (saya , mba Zunita, Nandar, dan Shinta) sudah berencana untuk pergi ke Parigi Moutong (Parimo) untuk mencoba Diving karena Nandar adalah salah satu penyelam disana. O ya, Nandar adalah orang asli Parigi Moutong, relawan Muhammadiyah Sulawesi Tengah yang selalu menemani kami kemanapun pergi. Ya iya lah, dia yang bawa mobil :D
    Kami berangkat setelah shubuh sekitar pukul 05.00 WITA agar bisa lihat matahari terbit di Tugu PMK (Parigi Moutong Khatulistiwa) dan biar ga kebagian jalan tutup atau satu arah karena sedang perbaikan jalan Trans Sulawesi. Perjalanan dari Kota Palu ke Parimo sekitar 1,5-2 jam tergantung sopir dan kepadatan jalanan. Karena kami berangkat pagi jadi jalanan lancar jaya cenderung sepi. Selama perjalanan, saya banyak tidur karena masih ngantuk dan masih gelap jadi tidak ada yang bisa dilihat. Saya pikir jalanannya seperti jalan Solok- Padang, yang memberlah bukit barisan.
    Memasuki daerah Parimo sudah mulai terang dan kami bertemu dengan Boti, monyet khas Sulawesi tengah yang berwarna hitam. Mereka bergerombolan sedang menikamti pagi dipinggir jalan dan berharap ada yang memberi makanan. Saya baru pertama kali melihat monyet hitam ini secara langsung, lucu sih tapi tetap aja takut kalo di deketin. Beruntung kami membawa beberapa makanan kecil untuk mengganjal perut selama di perjalanan karena ga sempat sarapan. Saat mau ngasih roti, si monyet nyamperin sampe ke mobil dan mau masukin tangannya ke dalam mobil. kaget bukan main dan langsung tutup jendela.
Monyet Boti, Khas Sulawesi

    Kemudian kami melanjutkan perjalanan, Matahari mulai terbit perlahan. Cahaya kuning oren keemasn mulai berkilau dan kami berhenti sejenak untuk mengabadikan momen tersebut. Beruntung sekali pagi itu cerah dan matahari terbitnya cantik sekali. Tidak lama kemudian kami sampai di PMK, walau matahari sudah mulai naik tapi tetap bisa melihat keindahan Teluk Tomini di pagi hari yang tenang itu.

Matahari terbit

Teluk Tomini dari PMK

    Setelah dari PMK kami langsung kerumah Nandar yang tak jauh darisana, suasana kota Parimo yang tenang dan lumayan bersih sangat menyegarkan. Rumah nandar berada di pinggir jalan raya dan tak jauh dari pantai, bisa jalan kaki. Berada di lingkungan TNI AL, disanalah kami akan meminjam perlatan Diving dan menyelam sebentar dilaut belakang rumah itu. Itu adalah pertama kalinya saya mencoba untuk masuk ke laut, bukan cuma basah-basah kaki. Pantainya berbatu kecil-kecil tapi bersih, air lautnya sangat jernih dan sangat biru karena pantulan langit yang cerah.
Pantai Belakang rumah

    Sayangnya tidak ada poto yang saya simpan selama menyelam. Tapi itu jadi pengalaman menarik bagi saya pribadi, mengetahui sampai mana rasa takut yang saya miliki. Ternayata saya takut melihat laut yang begitu dalam dan gelap. Kami menyelam hanya sanggup sampai 10 - 11 meter, tapi sudah cukup bagus untuk pemula. Setelah membersihkan diri dan peralatan diving kami kembali kerumah untuk makan karena memang sudah lumayan keroncongan. Mamanya Nandar masak cumi hitam, yang awalnya saya agak aneh melihat makanan dengan warna itu. Tapi ternyata rasanya enak banget sampai saya ingin tambah terus.
    Kemudian kami melanjtukan perjalanan ke Pantai Kucing yang juga masih di Parimo, ini merupakan objek wisata yang cukup populer tapi saat kami kesana aktivitas wisata belum terlihat seperti restoran dan homestay yang belum buka namun sudah ada beberapa orang yang datang kesana.Pantai Kucing sangat bagus, ada beberapa homestay di pinggir pantai, airnya sangat jernih hingga bisa melihat dasar lautnya.
Pantai Kucing


Mencoba untuk tetap membuka mata walau panas terik

    Perjalanan kami satu hari ini sangat menyenangkan dan kami kembali ke Palu sebelum jalan ditutup. Tapi kami terlambat ternyata jalan ke Palu sudah tutup (yang dibuka jalan arah Parigimo) dan harus menunggu beberapa agar dibuka. Sudah banyak kendaraan yang mengantri untuk masuk Palu, karena cukup lelah akhirnya kami ketiduran di mobil dan terbangun sesaat jalannya sudah dibuka. Untung saja , ga sampai diklakson oleh mobil dibelakang.
    Sungguh saya ingin kembali kesana, bukan dalam tugas kebencanaan tapi jalan-jalan menikmati alam dan berkunjung ke tempat teman-teman yang ada disana. Semoga ada rejeki dan kesempatan dilain hari.




Minggu, 08 Maret 2020

Cara mendapatkan Visa Korea Selatan


Photo Zone di KVAC


Hai, kali ini aku mau ngasih informasi tentang pembuatan Visa Korea Selatan. Siapa sih yang ga tau Korea Selatan, negara impian para bucin nya oppa-oppa. Negara ini memang ga ada matinya menyedot perhatian seluruh dunia, mulai dari BTS hingga film PARASITE yang baru menang OSCAR tersebut. Sehingga berbondong-bondonglah orang-orang yang yang terbius K-Pop dan K-Drama ke Korea Selatan.

Nah, untuk kesana kita butuh Visa alias surat izin masuk negara tersebut selain dari Paspor ya tentunya. Visa ini bermacam-macam ya jenisnya tapi disini aku cuma pengalaman bikin Single Entry Visa alias untuk tujuan wisata. Sebelum mengajukan Visa harus disiapkan dulu dokumen-dokumen berikut ini:
1. Paspor Asli
2. Fotokopi Paspor 
3. Formulir Aplikasi Visa (download di Formulir Visa Korea Selatan )
4. Pas Foto ( Latar Belakang Putih, Ukuran 3.5x4.5cm atau 4x6)
5. Surat Keterangan (dalam Bahasa Inggris)
    - Surat Keterengan Kerja
    - Surat Keterangan Mahasiswa
    - Kartu Pelajar 
    - Surat Keterangan Pribadi
    - SIUP (wirausaha) / Surat Domisili Usaha
    - Surat Sponsor untuk anggota keluarga yang dibiayai
6. Dokumen Finansial ( Rekening Koran 3 bulan terakhir serta Cap Bank, Slip Gaji 3 Bulan terakhir, SPT 1721 A1/A2, Transaksi Tagihan kartu kredit 3 bulan terakhir, BPKB Mobil dan STNK, Sertifikat rumah) Pilih minimal 2 dokumen.
7. Kartu Keluarga
8. KTP/Akta Lahir/Akta Nikah 

Kondisi dalam ruang KVAC
Setelah melengkapi semua dokumen tersebut, langsung datang ke KVAC (Korea Visa Application Center) yang ada di Lotte Shopping Avenue Ciputra World 1 Unit 5F-05A LT. 05 Jl. Prof. DR. Satrio No.1, RT.18/RW.4, Kuningan, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940 Indonesia. Jam Operasional: Senin – Jumat 09:00 – 17:00 WIB (Tutup hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional, serta hari libur Kedutaan Korea) TEL. 021-3950-4000 
Informasi Biaya Pembuatan Visa
Aku ngajuin Visa tanggal 31 Desember 2019, hari terakhir dapat gratis biaya Visa jadi kita cuma bayar biaya Adminnya aja Rp196.000,- Kalau harga Visa normal + Admin adalah Rp764.000,-. Aku siapin semua dokumen yang diminta diatas, bahkan yang ga diminta sekalipun. haha Jadi aku bikin surat keterangan Kerja, Surat sponsor untuk diri sendiri, surat keterangan ga punya NPWP, surat izin orangtua. Kalau untuk dokumen finansial aku cuma kasih rekening koran 3 bulan terakhir yang nominalnya ga begitu banyak.

Mungkin banyak orang ragu ketika ngajuin visa dengan nominal dana di rekening. Sebenarnya ga ada batas minimum berapa dana yang harus ada di rekening kita yang penting rekening itu aktif dan logis. Maksudnya jangan sampai tiba-tiba ada dana besar terus ga ada transaksi lagi. 

Visa bisa selesai dalam 6 hari kerja tapi bisa lebih lama tergantung keadaan. Visanya diterima atau ditolak keputusannya berada di tangan pihak kedutaan Korea Selatan, KVAC hanya sebagai agen pembuatan Visa saja. Saat dokumen sudah diterima oleh pihak KVAC akan ada SMS notifikasi sampai Visanya diterima atau ditolak. Namun kita bisa cek status visa kita disini. 
 
SMS Pemberitahuan dari KVAC
Saat itu, aku mengajukan bertiga dan dalam 6 hari kerja tepatnya tanggal 9 Januari 2020 Visa 2 orang temanku Granted alias diterima... Lalu Aku? masih tidak jelas juntrungannya, setiap hari cek web status visa masih under review. Setelah 2 Minggu, aku pasrah dan jarang cek lagi. Tapi akhirnya setelah 1 bulan (31 Januari 2020) ada SMS yang bilang bahwa paspor sudah bisa diambil kembali yang artinya Visa Granted. Alhamdulillah...
Paspor dengan Visa Korea
Padahal saat itu udah hopeless banget, karena udah beli tiket sampai aku nanya ke pihak maskapai gimana kalau cuma setengah jalan aja (sampai Negara transit) bisa ga tiketnya dipake. Ternyata ga bisa, harus check in di semua penerbangan yang tertulis. tapi sekarang malah wabah Corona, apakah aku masih harus tetap ke Korea???

Kamis, 20 Februari 2020

Pusing-pusing di Penang 3D2N

Hellloooooo, akhirnya blog ini terbuka lagi setelah vakum beberapa waktu. Mendisiplinkan diri untuk menulis memang sangat sudah dewasa ini. Nah, sekarang saya akan coba berbagi tentang perjalanan ke Penang November 2019 lalu. Melarikan diri sejenak dari rutinitas biar ga gila.

Saya berangkat berdua dengan teman perempuan juga, maklum singelillah :D  Untuk tiket dan akomodasi sudah dibeli satu bulan sebelum berangkat mumpung dapat promo dari salah satu OTA besar Indonesia. Penerbangan kami dengan Citilink pukul 09.55 WIB jadi sekita setengah Delapan pagi kami sudah di Bandara Soekarno Hatta Terminal 2F. Perjalanan dari Jakarta ke Penang ditempuh selama 2 jam 30 menit. Asyiknya pakai Citilink penumpang dikasih makan berat dan dapat jatah bagasi masing-masih 10kg per penumpang.

Kami sampai di Bandara International Penang Pukul 13.25 waktu setempat. Kesan pertama adalah Bandaranya ga begitu besar hampir sama dengan Bandara International Minangkabau. Sehingga antri Imigrasi dan bagasi ga begitu lama. Sebelum keluar bandara kami membeli kartu SIM agar bisa mengakses internet. 

Kami menuju penginapan menggunakan Bus Rapid Penang dengan tujuan Terminal Komtar yang murah meriah. Setelah sampai di Komtar kami lanjut ke penginapan menggunakan Grabcar karena ga tau lokasi. Kami menginap di Muntri House yang ternyata dekat dengan Komtar, bisa jalan kaki sekitar 10-15 menit. 

Perjalanan pertama kami adalah keliling Penang yang bisa dijangkau dengan jalan kaki, kami menyusuri Love Lane sampai ke City Hall Penang dan Harbour Penang. karena angin sore cukup kencang kami akhirnya jalan lagi menuju Kampung Clan of Jetty, sebuah pemukiman tradisional etnis Cina, untuk menikmati matahari terbenam, jalan kaki lagi.Sembari jalan, banyak spot foto yang bisa ditemui jadi ga begitu membosankan apalagi ada teman ngobrol. 

Suasana Senja Menjelang Malam di Kampung Klan Jetty

Setelah matahari terbenam kami, melanjutkan perjalanan menuju Mesjid Kapitan Keling sekalian untuk makan malam. Jarak antar tempat wisata di Penang ga jauh-jauh bisa dengan jalan kaki kalau mau, hitung-hitung bakar kalori. Kami sholat magrib dan Isya di mesjid, karena sedang ada acara jadi mesjid ramai dengan jamaah perempuan juga. Kebanyakan jamaahnya etnis India gitu. Setelah sholat kami makan nasi kandar yang kedainya persis di sebelah mesjid. Rasa nasi kandar itu enak sih tapi menurut saya kalau kebanyakan bikin eneg. Kalau beli mending kuahnya dikit aja. Dari sana kami pulang jalan kaki ke penginapan.

Hari kedua, kami memutuskan untuk ke Penang Hill. Setelah sarapan kilat kami pesan grab karena sudah agak siang karena takut antri lama padahal kalau naik bus bisa murah banget. Sebelumnya kami sudah beli tiket untuk ke The Habitat Penang Hill tapi sebelumnya tetap harus tetap beli tiket kereta untuk ke kawasan Penang Hillnya. karena kami beli tiket reguler jadi ngantrinya lama.

Penang Hill merupakan salah satu titik tertinggi di Penang sehingga darisana kita melihat pemandangan Georgetown dan Jembatan yang menghubungkan dengan Pulau besar Malaysia. Setelah puas mengabadikan keindahan kami langsung menuju ke The Habitat yang seperti kawasan hutan lindung gitu tapi ada seperti bangungan melingkar didalamnya. Entah apa namanya.

Kawasan ini sangat menenangkan dan hijau, cocok sekali untuk orang yang bener-bener pengan rehat. Kami pulang ketika sudah mulai sore dan turunnya antri lagi karena tiket reguler. kalau mau ambil yang fast track sih bisa langsung aja naik kereta. Kami pulang menggunakan Bus Rapi Penang dan turun di Komtar. Karena sudah tau akhirnya kami jalan kaki ke penginapan. Sambil berlalu kami singgah di  beli Es Cendul yang terkenal itu dan mampir di Pasar Chowrasta buat beli oleh-oleh.

Kami sampai di penginapan setelah magrib, kami memutuskan untuk istirahat saja karena besok sudah pulang. Pas sampai penginapan ada anak kecil manis dari Korea yang ternyata kamarnya disebelah kamar kami. Dia bersama bapaknya dan berasal dari Busan.

Hari Ketiga, pagi-pagi kami pergi ke spot-spot poto mainstream khas Penang karena sebelumnya memang tidak sempat karena pas lewat sudah malam. Kemudian balik ke Penginapan dan ternyata ada Toko Coklta Beryls yang dekat banget dengan penginapan -_-

Setelah beres-beres kami bersiap untuk ke Bandara,kami jalan kaki saja ke Halte terdekat ternyata bus nya ga lewat-lewat. akhirnya kami pergi ke Terminal Komtar, karena ada sesuatu yang harus dibeli saya masuk di Mall Perangin Komtar dan teman saya jaga barang dan nunggu bus. 

Takdir baik, saya selesai tepat waktu walau kami sempat saling mencari  karena ga bisa nelfon satu sama lain saat bus datang dan meminta sopirnya menunggu sebentar. Tapi, akhirnya kami naik bus dan sampai di Bandara tepat waktu.

Yeay, akhirnya pulang lagi. kembali menghadapi dunia nyata. Overall, jalan-jalan di Penang menyenangkan karena kota kecil dan makanannya juga bersahabat dari segi rasa dan harga. Semoga ada kesempatan untuk jalan-jalan lagi.

Kamis, 07 Maret 2019

Pantai Bambarano, Surga di ujung Donggala



Sore itu,,,,, di Pantai Talise Donggala eh bukan deng sekaran kita ke Pantai Bambarano yang masih di Donggala juga. Pantai Bambarano berlokasi di desa Sabang Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala. Jaraknya sekitar 144 Km dari Kota Palu, cukup jauh memang tapi kamu ga bakal nyesel kalo udah nyampe sana dan ga bakal pengen pulang.
Kami berangkat dari Palu namun tidak langsung ke Pantai Bambarano tapi ke ke Sirenja terlebih dahulu karena memang ada kegiatan disana. Kami berangkat sekitar pukul 09.00 pagi karena jarak yang ditempuh cukup jauh yakni sekitar 84km dengan waktu tempuh hampir 2,5 jam kalau santai. Kami ke Sirenja berlima, 4 perempuan dan 1 laki-laki.
Kami sampai di Sirenja sekitar pukul setengah 12 siang, setelah transit di posyan kami langsung ke tempat kegiatan kami di desa ombo mash di kecamatan Sirenja. Kami melakukan kegiatan layanan kesehatan, memberikan makanan tambahan bagi lansia, ibu hamil, menyusui dan anak-anak. Setelah acara selesai kami bersiap untuk pergi ke Pantai Bambarano tapi sebelumnya ya makan siang dulu. Laper dari Palu ga sempet makan (banyak) :D
Dari Tanjung Padang ke Bambarano hampir 1 jam dengan mobil, perjalanannya cukup asyik karena kondisi jalanan sudah cukup baik dan beberapa ada yang sudah bagus. Pemandangan sepanjang perjalanannya juga menarik, bahkan ada pohon pelangi. Sekarang yang ke Bambarano bukan Cuma kami berlima tapi 2 mobil, 1 mobil avanza 1 lagi mobil pick up atau open cap yang full penumpang.
Sebelum sampai ke Pantai Bambarano kita akan melihat sebuah danau kecil tapi saying saya ga berhenti disana jadi Cuma bisa lihat dari mobil. Tapi rombongan open cap mereka berhenti di dermaga dan foto-foto dulu.

Yeay, akhirnya setelah perjalanan panjang kita sampai di Pantai Bambarano, serpihan surga di Tanah Kaili. Reaksi kalian kalau sampai disini pasti ternganga, takjub karena indah banget. O ya, masuk sini ga dipungut biaya ya semuanya gratis tapi mungkin kalau hari libur berbayar.
Pantainya bagus banget, pasirnya halus banget, bersih air lautnya cantik banget warnanya hijau biru putih entah apa warnanya yang jelas bagus banget.  kalau ga mandi disini rugi banget dan saya adalah salah satu orang yang merugi itu. ga bawa baju ganti :(
kondisi Pantai waktu cukup ramai karena hari sabtu namun tidak mengganggu untuk menikmati keindahan pantainya. Umumnya yang datang adalah anak-anak muda yang pulang sekolah . beberapa ada juga rombongan dari club motor.
Bagi kalian yang datang ke Sulawesi Tengah, kota palu dan sekitarnya harus kudu wajib kesini karena memang layak banget dikunjungi buat ngilangin stress, healing.

 melihat mereka bahagia saja sudah cukup membahagiakan bagi saya :')

Jadi tukang poto adalah kerjaan sambilan saya :')


















Solo Travel : Cara Hemat dari Solok Ke BIM ( Bandara International Minangkabau)

Halo semuanya, akhirnya bisa nulis lagi disini karena baru ada yang mau di posting dan sedang ada niat :D Okey, 2 minggu lalu saya berkesemp...